Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan stok biosolar di SPBU 34.156.06 Rest Area KM 43A Tol Tangerang-Merak (Tamer) aman dan tidak terjadi kekosongan. Kondisi ini menanggapi beredarnya video antrean panjang kendaraan di lokasi tersebut pada Jumat (4/9) yang sempat menjadi perhatian publik.
SERANG — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan stok biosolar di SPBU 34.156.06 Rest Area KM 43A Tol Tangerang-Merak (Tamer) aman. Kepastian ini disampaikan menyusul beredarnya video antrean panjang kendaraan di platform Instagram yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan bahan bakar.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, antrean yang terekam dalam video tersebut terjadi akibat tingginya intensitas kendaraan truk logistik yang melakukan pengisian BBM sebelum menyeberang ke Sumatera. Kondisi tersebut disebutkan bukan disebabkan oleh gangguan pasokan atau kekosongan stok.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa situasi di SPBU Rest Area KM 43A telah kembali normal. Pihaknya memastikan seluruh produk masih tersedia bagi konsumen.
"Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh produk di SPBU 34.156.06 Rest Area KM 43A masih tersedia dan tidak terjadi kekosongan stok. Kondisi antrian di SPBU pagi ini juga terpantau normal, tidak terdapat antrian panjang seperti pada pemberitaan sebelumnya," kata Reno dalam keterangan resminya.
Peningkatan volume kendaraan yang melintas di jalur penyeberangan Merak tercatat mendorong kenaikan permintaan biosolar di SPBU tersebut. Data internal Pertamina menunjukkan adanya pertumbuhan konsumsi yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Terdapat kenaikan demand Biosolar di SPBU 34.156.06 sebesar 10 persen dalam 3 bulan terakhir dibanding rata-rata bulan sebelumnya. Lonjakan ini sejalan dengan peningkatan aktivitas logistik menjelang periode tertentu yang membutuhkan distribusi barang ke Pulau Sumatera.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga Regional JBB bergerak cepat untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan di waktu-waktu sibuk. Koordinasi intensif dilakukan dengan unit pemasok untuk mempercepat proses distribusi.
Pertamina Patra Niaga Regional JBB terus berkoordinasi dengan Fuel Terminal Tanjung Gerem untuk memastikan percepatan penyaluran ke SPBU kritis khususnya SPBU Rest Area. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stok seluruh produk tetap aman, terutama saat menghadapi lonjakan arus kendaraan.
Untuk mengurangi durasi antrean, perusahaan juga mengoptimalkan jumlah petugas pelayanan di lapangan. Penambahan personel pengatur lalu lintas kendaraan atau Marshall difokuskan pada jam-jam padat kendaraan logistik melintas.
"Kami mengoptimalkan jumlah petugas pelayanan dan Marshall pada jam sibuk untuk mempercepat proses pengisian dan mengurangi antrian," jelas Reno. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus kendaraan di area rest area.
Menyikapi situasi ini, Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pembelian BBM sesuai kebutuhan dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok bagi seluruh pengguna jalan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait ketersediaan BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau melalui email di pcc135@pertamina.com. Layanan ini dibuka untuk memastikan publik mendapatkan informasi akurat dan terbaru mengenai pasokan energi di wilayahnya.