Siaga 24 Jam, Pemprov Banten Kerahkan Seluruh Faskes dan Nakes Antisipasi Dampak Kesehatan Abu Vulkanik Anak Krakatau

Penulis: Mustofa Kamal  •  Senin, 07 September 2026 | 22:54:31 WIB
Petugas kesehatan memeriksa kesiapan alat kesehatan di salah satu fasilitas kesehatan di Banten, Senin (tanggal).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengaktifkan layanan siaga 24 jam di seluruh fasilitas kesehatan (faskes). Langkah ini untuk mengantisipasi gangguan kesehatan warga akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, sebagaimana diinstruksikan dalam Surat Edaran Kepala Dinkes Banten Nomor 400.7/3234/DINKES/2026.

SERANG — Seluruh rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan masyarakat, balai kekarantinaan, hingga pos kesehatan di Banten resmi berstatus siaga. Respons cepat ini merupakan tindak lanjut atas potensi penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dapat memicu gangguan pernapasan hingga iritasi kulit.

Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menegaskan kesiapsiagaan ini sesuai arahan Gubernur Banten. Meski kasus gangguan kesehatan masih terpantau normal, kewaspadaan dini dinilai krusial untuk mencegah lonjakan pasien ke depan.

"Saat ini kasusnya memang masih dalam batas normal. Namun demikian, kami bersama seluruh tenaga kesehatan tetap bersiaga sesuai arahan dari Bapak Gubernur Banten agar ke depan tidak terjadi lonjakan kasus," kata Ati di Serang, Senin.

Risiko Kesehatan di Balik Paparan Abu Vulkanik

Abu vulkanik mengandung partikel kasar hingga sangat halus serta gas iritan yang membahayakan tubuh. Dinkes Banten mengidentifikasi sejumlah gangguan yang berisiko muncul: iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga perburukan kondisi penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

Ancaman tak berhenti di saluran pernapasan. Partikel abu juga dapat mengiritasi mata dan kulit. Kontaminasi sumber air dan bahan pangan yang tidak tertutup rapat menjadi bahaya lain, begitu pula potensi kecelakaan akibat jarak pandang menurun dan jalanan yang licin.

Obat dan Alkes Dijamin Tersedia di Seluruh Faskes

Dinkes Banten mewajibkan seluruh faskes menjamin ketersediaan sarana prasarana dan obat-obatan esensial. Ini mencakup sistem rujukan siaga dan ambulans, tabung oksigen, pulse oximeter, obat bronkodilator, inhaler beserta spacer, hingga cairan pembilas mata steril.

Alat Pelindung Diri (APD) dan respirator partikulat seperti masker N95, KN95, dan KF94 juga disiapkan bagi petugas medis di lapangan. Para tenaga kesehatan ditugaskan melakukan surveilans harian untuk memantau potensi lonjakan kasus gangguan pernapasan.

Kelompok Rentan Jadi Prioritas Pemantauan

Pengawasan harian diprioritaskan bagi kelompok yang paling berisiko mengalami dampak buruk. Bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penderita penyakit kronis menjadi fokus utama pemantauan ini.

Dinkes Banten memastikan stok masker saat ini aman untuk didistribusikan ke masyarakat. Bantuan tambahan juga akan segera disalurkan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan untuk wilayah Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Imbauan Krusial Saat Membersihkan Abu Vulkanik

Ati mengingatkan warga agar ekstra hati-hati saat membersihkan abu vulkanik di sekitar rumah. Membersihkan abu dalam kondisi kering justru berbahaya karena partikel halus mudah beterbangan dan terhirup.

"Bila membersihkan abu, basahi secukupnya terlebih dahulu agar tidak beterbangan. Hindari menyapu kering. Selain itu, pastikan ketersediaan obat rutin bagi anggota keluarga dengan penyakit kronis tersedia cukup di rumah," imbaunya.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top