SERANG — Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan memprakirakan hujan ringan mengguyur sejumlah wilayah Banten pada Kamis, 10 September 2026. Hujan diprakirakan turun terutama pada siang hari.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Padarincang, Mandalawangi, Pandeglang, Cikande, Balaraja, Tigaraksa, Curug, Pagedangan, Serpong, Ciputat, Tangerang, Gunung Kencana, Cimarga, Sobang, Cipanas, dan Rangkasbitung.
Pada pagi hari, kondisi cuaca di Banten secara umum diprakirakan cerah berawan. Memasuki siang hari, cuaca berubah menjadi cerah berawan hingga berawan.
"Pada pagi hari, kondisi cuaca di Banten secara umum diprakirakan cerah berawan. Memasuki siang hari, cuaca berubah menjadi cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan ringan di Padarincang, Mandalawangi, Pandeglang, Cikande, Balaraja, Tigaraksa, Curug, dan Pagedangan, Serpong, Ciputat, Tangerang, Gunung Kencana, Cimarga, Sobang, Cipanas, Rangkasbitung," ujar Prakirawan BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Nindya.
Malam hari, sebagian besar wilayah Banten diprakirakan berawan. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di wilayah Curugbitung. Dini hari, kondisi cuaca secara umum kembali berawan.
Suhu udara Banten diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat celsius. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, berkisar 55 hingga 95 persen.
"Suhu udara Banten diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni berkisar 55 hingga 95 persen. Adapun angin bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 5 sampai 35 kilometer per jam," ujarnya.
Selain potensi hujan ringan, masyarakat perlu mewaspadai gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter kategori tinggi. Gelombang itu berpotensi terjadi di Perairan Selatan Pandeglang, Selat Sunda Barat Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Informasi cuaca perlu terus dipantau melalui kanal resmi karena kondisi atmosfer dapat berubah.
Bagi masyarakat pesisir dan nelayan, diharapkan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi peringatan dini, tidak hanya memperhatikan kondisi cuaca saat beraktivitas.