BANTEN — Ancestors menjadi debut Turpin sebagai sutradara setelah sebelumnya dikenal lewat naskah The Lodgers dan The Winter Lake. Film ini menggabungkan aktor dari Irlandia, Inggris, dan Amerika Serikat dalam satu produksi yang digadang sebagai campuran kisah cinta, misteri noir, dan fabel metafisik.
Cerita Ancestors mengikuti Beau, pria karismatik namun rapuh yang diperankan Hardwicke, dalam pencariannya atas sahabatnya yang hilang, Tiny, yang diperankan Wolfe. Pencarian itu membawanya menyusuri London tahun 1980-an, di saat homoseksualitas masih ilegal di Irlandia, kampung halaman Beau.
Sinopsis resmi film menyebut elemen mimpi, realitas, memori, dan sejarah saling bertautan. Semuanya membawa Beau berhadapan langsung dengan hidup, kematian, dan alam baka, hingga akhirnya ia menemukan kebenaran tentang Tiny dan tentang dirinya sendiri.
Selain Hardwicke dan Wolfe, film ini menghadirkan Jessica Reynolds yang dikenal lewat Outlander dan Derry Girls. Dua nama senior melengkapi daftar pemain: Rupert Everett dan Christina Hendricks, bintang Mad Men.
Di balik layar, Patrick Jordan bertanggung jawab atas sinematografi dan Stephanie McCutcheon menangani penyuntingan. Mister Smith Entertainment memegang penjualan internasional film ini.
Dalam catatan sutradaranya, Turpin menyebut Ancestors sebagai sebuah "séance" atau pemanggilan arwah. Ia mengaku lahir pada pertengahan 1980-an dan merasa termasuk generasi terakhir yang tumbuh di bawah bayang-bayang AIDS.
"I belong to the last generation who grew up in the shadow of AIDS, severed from contact with so many of the ancestors who shaped my life. Ancestors like Beau. This film reaches out to them," tulis Turpin.
Ia menggambarkan latar film sebagai London yang setengah teringat, dunia kamar sewa dan bar gelap, taman di malam hari, serta pesta penghuni liar di kolam renang kosong. Menurut Turpin, yang nyata dalam film ini datang dari para pemainnya.
"A séance is only as powerful as the people who join hands to perform it," ujarnya.
Hardwicke mengaku langsung merasa terikat pada naskah begitu membacanya. Menurutnya, tulisan Turpin punya identitas kuat dengan gaya sinematik yang khas dan terasa lembut.
Aktor yang dikenal lewat Normal People dan The Sixth Commandment itu menyebut prosesnya kolaboratif sejak awal. Ia dan Turpin sepakat tidak menambahkan apa pun pada karakter Beau, melainkan mengupas lapisan demi lapisan untuk memunculkan sosoknya.
"The challenge was to stay vulnerable, stay open in the midst of a busy film set," kata Hardwicke. Ia mengaku proses itu terasa lebih mudah berkat tim produksi yang banyak di antaranya adalah kawan lama dan kolega.
Saat ditanya soal harapannya untuk film ini, Hardwicke tidak memasang target khusus. Ia hanya berharap Ancestors memberi sesuatu yang tak terduga bagi penontonnya.
Ancestors menjadi salah satu judul yang masuk jajaran film independen di kalender festival akhir tahun, memperkuat posisi TIFF sebagai ajang peluncuran bagi karya sutradara pendatang baru di pasar internasional.