BANTEN — Rencana kebangkitan Pixo ini pertama kali diberitakan Arena EV pada Kamis (10/9). Alih-alih merancang dari nol, Nissan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam aliansi mereka dengan Renault.
Pixo baru akan berbagi lini perakitan yang sama dengan Renault Twingo E-Tech. Artinya, kedua mobil ini secara teknis merupakan saudara kembar.
Prototipe awal yang tertangkap kamera memperlihatkan bodi mungil dan tegak seperti Renault Twingo. Namun bagian depan tetap menampilkan kekhasan Nissan.
Lampu siang hari atau daytime running light berbentuk bulat disebut terlihat jenaka. Sumber internal perusahaan menyebut desainnya terinspirasi model Nissan era akhir 1980-an seperti Figaro, Be-1, dan Pao yang tampil retro.
Pixo baru dibangun di atas platform AmpR Small buatan Renault. Dimensinya diperkirakan hampir sama dengan Twingo, dengan panjang 3.789 mm, lebar 1.720 mm, tinggi 1.491 mm, dan jarak sumbu roda 2.493 mm.
Mobil ini dirancang untuk mendukung mobilitas di wilayah perkotaan. Tenaganya berasal dari motor listrik tunggal di depan.
Motor listrik tersebut mampu menghasilkan tenaga 60 kW dan torsi 175 Nm. Pasokan energinya datang dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 27,5 kWh.
Nissan dan Renault mengklaim Pixo baru mampu menempuh jarak hingga 262 km berdasarkan Worldwide Harmonised Light-Duty Vehicles Test Procedure (WLTP).
Pixo mendukung pengisian cepat DC hingga 50 kW. Dari 10 persen ke 80 persen membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Dengan pengisi daya AC standar 6,6 kW, pengisian penuh dari kosong butuh sekitar empat jam 15 menit. Kalau memakai pengisi daya AC 11 kW, waktunya terpangkas menjadi sekitar dua jam 35 menit.
Nissan diperkirakan menjual Pixo di bawah 20.000 euro atau sekitar Rp400 jutaan sebelum pajak dan potongan insentif di sebagian wilayah Eropa.
Langkah ini dinilai bagian dari strategi Nissan menghadirkan mobil listrik kecil berharga lebih terjangkau. Persaingan kendaraan listrik Eropa memang semakin ketat dengan kehadiran merek-merek mobil China.