PANDEGLANG — Memasuki hari keenam, operasi pencarian speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda melibatkan 14 unit armada. Rinciannya, tiga KRI dan satu KAL TNI AL, tiga kapal patroli Polairud, tiga KN SAR Basarnas Banten, Lampung, dan Jakarta, dua RIB Basarnas, serta dua kapal milik masyarakat.
Delapan orang yang belum ditemukan terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Tim SAR gabungan menyisir sejumlah sektor perairan Selat Sunda dalam pencarian hari keenam.
Dalam penyisiran itu, tim menemukan dua jaket pelampung, dua terpal, dan satu galon di lokasi yang berbeda. Material tersebut masih dalam proses identifikasi untuk memastikan apakah berkaitan dengan speedboat yang dicari.
"Beberapa (tim) ada yang menemukan material, namun material ini belum terkonfirmasi apakah merupakan bagian dari kapal yang dimaksud," kata Andra.
Usai memantau operasi di posko, Andra menemui keluarga lima jurnalis di Hotel Paniisan, Carita. Keluarga meminta pencarian turut difokuskan ke wilayah Pulau Sebesi dan berharap operasi tidak dihentikan pada hari ketujuh.
Andra menyatakan akan mengoordinasikan harapan tersebut dengan tim SAR. Pemprov Banten memastikan dukungan terhadap operasi pencarian serta memantau kondisi kesehatan keluarga korban yang berada di lokasi.
"Saya selaku Gubernur Banten berharap kepada Basarnas, sebagai pemimpin operasi ini, agar kiranya dapat mempertimbangkan harapan-harapan keluarga dan melihat beberapa potensi temuan hari ini," ujar Andra.
"Kami tetap berharap dan memohon doa agar para jurnalis dan kru kapal bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat," tuturnya.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, pada hari ketujuh Basarnas Banten dijadwalkan melakukan evaluasi menyeluruh bersama TNI, Polri, BMKG, dan pemerintah daerah. Evaluasi itu akan menentukan kelanjutan operasi pencarian.
Hingga Minggu (13/9/2026) malam, keberadaan speedboat dan delapan penumpangnya masih belum diketahui.