Kantor Berita ANTARA menegaskan tetap memberikan pendampingan kepada keluarga pewarta foto Muhammad Bagus Khoirunas, meski operasi pencarian oleh tim SAR gabungan di perairan Selat Sunda resmi dihentikan. Direktur Utama ANTARA Benny Siga Butarbutar menyatakan pihaknya menghormati keputusan Basarnas, namun berhentinya operasi pencarian tidak berarti berhentinya harapan. Pendampingan difokuskan kepada Desi Purnama Sari, istri Bagus, beserta keluarga yang masih menjalani masa sulit.
JAKARTA — Keputusan menghentikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I diumumkan secara resmi oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9) petang. Operasi gabungan yang berlangsung selama 10 hari sejak Senin (7/9) itu dinyatakan tidak lagi efektif.
Meski begitu, Kantor Berita ANTARA memastikan tidak menarik diri dari tanggung jawab moral kepada keluarga almarhum. Benny Siga Butarbutar menyebut dukungan akan terus diberikan, terutama kepada Desi Purnama Sari sebagai istri Bagus Khoirunas.
Gubernur Banten Andra Soni memaparkan bahwa sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran. Kondisi itu yang menjadi dasar penghentian operasi.
"Sudah tidak efektif, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," kata Andra dalam konferensi pers tersebut.
Keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan prosedur dan kewenangan Basarnas sebagai penanggung jawab operasi. ANTARA menyatakan menghormati seluruh pertimbangan yang mendasarinya.
Benny menegaskan bahwa bagi ANTARA, berhentinya operasi pencarian bukan akhir dari segalanya. Pihaknya tetap membuka kemungkinan adanya perkembangan atau informasi baru yang bisa memberi kepastian bagi keluarga.
"Kami menghormati keputusan Basarnas dan seluruh pertimbangan yang mendasarinya. Namun bagi kami, berhentinya operasi pencarian tidak berarti berhentinya harapan," kata Benny dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Sejak Bagus dilaporkan hilang kontak, ANTARA disebut terus berkoordinasi selama proses pencarian dan memberikan pendampingan langsung kepada Desi Purnama Sari dan keluarga. Pendampingan itu akan berlanjut selama masa berat yang mereka jalani.
"ANTARA akan tetap hadir memberikan pendampingan, dukungan, serta perhatian yang diperlukan oleh keluarga selama menjalani masa yang sangat berat ini," ujarnya.
Benny menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, pemerintah, rekan-rekan media, dan masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian Bagus sejak awal. Menurutnya, solidaritas yang muncul selama proses pencarian menunjukkan kuatnya kepedulian terhadap keselamatan insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.
ANTARA juga akan terus berkomunikasi dengan keluarga Bagus dan mengikuti setiap perkembangan yang ada. Setiap langkah tetap akan menghormati keputusan keluarga serta informasi resmi dari pihak berwenang.
Operasi SAR gabungan terhadap rombongan jurnalis dan kru KM Arupadatu I sendiri resmi ditutup setelah berlangsung 10 hari. Hingga penghentian operasi, tim SAR tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.