Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan masa remaja adalah periode krusial membangun nilai dan karakter yang akan terbawa hingga dewasa, sehingga pelajar perlu menjaga kesehatan mental. Dalam pertemuan dengan para siswa, ia mengingatkan bahwa kesehatan mental berkaitan erat dengan cara seseorang membentuk diri, mengambil keputusan, dan menyaring pengaruh lingkungan sekitar. Benyamin mendorong pelajar memanfaatkan masa sekolah untuk belajar dan menjauhi ajakan yang merugikan masa depan.
TANGSEL — Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan pesan itu di hadapan para pelajar, menekankan bahwa kesehatan mental tidak berdiri sendiri. Menurut dia, kondisi mental seseorang terbentuk dari bagaimana ia membangun karakter, menentukan pilihan, dan menghadapi tekanan dari lingkungan sekitarnya.
Benyamin mengajak para siswa mengisi masa sekolah dengan hal-hal produktif. Ia menyebut masa remaja sebagai fondasi yang menentukan arah kehidupan seseorang saat dewasa nanti.
Dalam paparannya, Benyamin menggambarkan kehidupan setiap anak seperti selembar kertas kosong. Kertas itu bisa diisi dengan apa pun, dan isi itulah yang menentukan nilai seseorang di kemudian hari.
Ia mendorong pelajar mengisi "kertas kosong" tersebut dengan ilmu pengetahuan, kejujuran, sopan santun, serta nilai-nilai kehidupan lain yang bermanfaat.
"Tapi kalau kertas kosong ini kemudian kita isi dengan tulisan Al Quran, dan dari alif sampai terakhir, maka ini jadi punya nilai. Kalau kertas kosong ini kita isi dengan ilmu pengetahuan, maka kertas ini punya nilai, ilmu pengetahuan," ujar Benyamin.
Benyamin mencontohkan pengalaman nyata saat mendatangi Polsek Ciputat. Di sana ia mendapati seorang anak seusia pelajar harus berurusan dengan hukum setelah terbawa ajakan teman untuk terlibat tawuran.
Kejadian itu, kata dia, menjadi pengingat bahwa lingkungan pergaulan bisa mempengaruhi perjalanan hidup seorang anak. Keputusan yang tampak sepele bisa berdampak panjang.
Ia meminta para pelajar tidak mudah terbawa ajakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menurut dia, kemampuan menimbang dampak dari setiap tindakan menjadi kunci menjaga diri.
"Jangan pernah sia-siakan pengorbanan para orang tua, termasuk para guru-guru di sini," ujarnya.
Benyamin membayangkan para pelajar yang ditemuinya kelak mengisi berbagai posisi penting sesuai bidang yang mereka pilih. Termasuk menjadi pemimpin di pemerintahan maupun menjalani profesi lain.
"20 tahun lagi aku tunggu kamu di Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Gak tahu kamu menjadi apa. Tapi 20 tahun lagi kamu yang akan menggantikan saya sebagai Wali Kota Tangerang Selatan, atau menjadi jenderal, atau menjadi kepala sekolah di sini. Jadi apa pun, jadilah orang yang bernilai," katanya.
Ia menegaskan setiap pelajar memiliki kesempatan menentukan arah hidupnya sendiri. Karena itu, ia mengajak para siswa mulai mengenali dan membangun nilai-nilai positif dalam diri sebagai bekal menyiapkan masa depan.
"Semua keputusannya dari kamu. Karena kamulah pemimpinnya," katanya.