TANGERANG — Sebanyak 34.853 jamaah haji yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta tidak perlu lagi mengantre panjang di konter imigrasi. Cukup berjalan santai melewati koridor khusus, pemindai wajah dan kecerdasan buatan memverifikasi identitas mereka dalam hitungan detik.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, mengatakan teknologi Seamless Corridor Gate (SCG) menjadi andalan layanan kepulangan tahun ini. "Pemanfaatan SCG terbukti mampu mempercepat proses pemeriksaan sehingga jamaah dapat segera melanjutkan perjalanan menuju Asrama Haji untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang," ujarnya di Tangerang, Rabu.
SCG merupakan sistem pemeriksaan imigrasi contactless dan walk-through. Jamaah cukup berjalan melewati Gate F7, kamera biometrik langsung menangkap wajah dan mencocokkan dengan data kecerdasan buatan. Tidak perlu berhenti, tidak perlu menunjukkan paspor secara manual.
Bagi jamaah yang memerlukan asistensi atau tidak terdeteksi sistem otomatis, petugas Imigrasi tetap siaga di konter pemeriksaan konvensional. Layanan ini disiapkan untuk memastikan semua jamaah tetap terlayani tanpa hambatan.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengungkapkan fase pemulangan berlangsung mulai 1 hingga 30 Juni 2026. Total 84 kelompok terbang (kloter) akan dilayani selama periode tersebut.
Dua debarkasi pertama yang tiba adalah Pondok Gede dan Bekasi dengan jumlah 836 orang. Rinciannya, 391 jamaah debarkasi Pondok Gede dan 445 jamaah Bekasi, yang diterbangkan oleh Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
Secara keseluruhan, jumlah jamaah yang dipulangkan melalui Bandara Soetta terdiri dari 8.701 jamaah debarkasi Pondok Gede, 12.092 jamaah Bekasi, 9.096 jamaah Banten, serta 4.964 jamaah Lampung.
Galih menambahkan, optimalisasi SCG merupakan bagian dari komitmen menghadirkan layanan keimigrasian yang profesional, humanis, dan responsif. "Termasuk dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," katanya.
Pihak bandara dan imigrasi berharap teknologi ini dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta secara keseluruhan.