TANGSEL — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 berlangsung khidmat di Lapangan Puspemkot Tangerang Selatan. Wali Kota Benyamin Davnie bertindak selaku inspektur upacara dan membacakan amanat Kepala BPIP di hadapan jajaran aparatur sipil negara serta perwakilan masyarakat.
Dalam pidatonya, Benyamin menyoroti kondisi dunia yang tengah dilanda disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik. Menurutnya, di tengah situasi penuh ketidakpastian itu, Indonesia tetap kokoh karena memiliki Pancasila sebagai bintang penuntun.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya,” ujar Benyamin dalam siaran pers yang dikutip dari laman resmi Pemkot Tangsel.
Benyamin menegaskan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam tindakan konkret, bukan sekadar slogan atau hafalan di atas kertas. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat Tangsel untuk menjaga toleransi, kerukunan, dan semangat gotong royong.
Keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis, kata dia, merupakan bukti nyata kekuatan Pancasila. “Keberagaman bukan sumber perpecahan, melainkan modal besar untuk memperkuat persatuan bangsa,” tegasnya.
Wali Kota juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia mengajak mereka menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam keseharian. Nilai-nilai Pancasila, lanjutnya, harus tercermin dalam kepedulian sosial, semangat kebersamaan, serta penghormatan terhadap perbedaan.
“Tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam pembangunan,” kata Benyamin, mengingatkan seluruh perangkat daerah agar setiap kebijakan publik berlandaskan prinsip keadilan sosial.
Dalam kesempatan itu, Benyamin secara spesifik mengingatkan jajaran pemerintah kota agar pelayanan publik menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. Prinsip keadilan sosial, menurutnya, harus menjadi landasan dalam merumuskan setiap program dan kebijakan daerah.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat. “Pancasila harus hadir dalam setiap tindakan dan kebijakan demi Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” pungkas Benyamin.