CILEGON — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih total 22 penghargaan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 tingkat Provinsi Banten. Capaian ini menempatkan Cilegon sebagai daerah dengan akumulasi penghargaan terbanyak dibandingkan kota dan kabupaten lain di provinsi tersebut.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Banten dalam sebuah seremoni yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, pekan lalu. Dinkes Cilegon dinilai unggul dalam sejumlah indikator kinerja utama, termasuk program transformasi layanan puskesmas, capaian imunisasi dasar lengkap, serta pengelolaan data kesehatan berbasis digital.
Dari 22 penghargaan yang diraih, beberapa kategori paling bergengsi antara lain:
Kepala Dinkes Kota Cilegon, dr. Siti Rukoyah, mengaku bangga atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan cerminan dari kerja keras tenaga kesehatan di lapangan.
"Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran puskesmas, rumah sakit, dan kader kesehatan di 43 kelurahan se-Kota Cilegon. Kami tidak hanya mengejar angka, tetapi juga kepuasan dan akses layanan bagi warga," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/11).
Salah satu faktor yang membuat Dinkes Cilegon menonjol adalah penerapan sistem digitalisasi data kesehatan. Setiap puskesmas diwajibkan melaporkan data secara real-time melalui aplikasi yang terintegrasi dengan server Pemkot.
Pj Wali Kota Cilegon, Agus Zulkarnain, menyebut bahwa capaian ini akan menjadi pijakan untuk meningkatkan anggaran kesehatan di tahun 2026. "Kami akan alokasikan tambahan anggaran untuk pengadaan alat kesehatan di puskesmas dan posyandu. Ini bukti bahwa investasi di bidang kesehatan memberikan hasil nyata," kata Agus dalam sambutannya saat menerima laporan penghargaan.
Pasca perolehan 22 penghargaan ini, Dinkes Cilegon berencana memperluas program "Kampung Sehat" ke 10 kelurahan baru. Program ini menyasar pada pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melalui edukasi door-to-door oleh kader posyandu.
Selain itu, Pemkot Cilegon akan mengirimkan tim untuk studi tiru ke daerah lain yang berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan. "Kami tidak ingin berpuas diri. Tahun depan target kami adalah menurunkan angka stunting hingga di bawah 10 persen," tutup dr. Siti Rukoyah.