DLH Kota Tangerang Temukan Mayoritas Kendaraan Solar Gagal Uji Emisi, Satgas Langit Biru Digenjot

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 19:31:32 WIB
Kepala DLH Kota Tangerang memantau uji emisi gratis di sejumlah titik strategis kota.

TANGERANG — Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, turun langsung memantau jalannya uji emisi gratis yang digelar di sejumlah titik strategis kota. Ia mengungkapkan bahwa mayoritas kendaraan yang tercatat melanggar ambang batas emisi adalah armada niaga dan angkutan operasional milik perusahaan.

Mengapa Kendaraan Solar Jadi Penyumbang Polusi Terbesar?

“Dari hasil pemeriksaan sementara di hari pertama, petugas di lapangan mendapati bahwa kendaraan dengan bahan bakar solar menjadi kelompok yang paling dominan menyumbang rapor merah,” ujar Wawan, Rabu (3/6).

Ia menegaskan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut mayoritas bukan milik pribadi, melainkan armada logistik dan angkutan barang milik perusahaan. Kondisi mesin yang tidak terawat menjadi penyebab utama tingginya emisi yang dihasilkan.

Tanggung Jawab Perusahaan Tak Bisa Ditawar

Wawan mengingatkan bahwa upaya menjaga kualitas udara bukan hanya beban pemerintah, melainkan tanggung jawab moral para pelaku usaha. “Kami berharap pihak perusahaan memiliki kepedulian untuk segera memperbaiki kondisi kendaraannya,” tegasnya.

DLH Kota Tangerang tidak akan berhenti pada kegiatan uji emisi gratis. Program Satgas Langit Biru akan terus digenjot sebagai garda terdepan pengendalian pencemaran udara di wilayah perkotaan.

Penegakan Hukum Mengintai Pelanggar

Ke depan, DLH memberikan sinyal akan bergerak ke arah yang lebih tegas. “Harapannya ada penegakan hukum terkait ketentuan dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup sehingga kualitas udara di Kota Tangerang dapat semakin baik,” pungkas Wawan.

Langkah ini merupakan strategi jemput bola untuk mendongkrak kesadaran pemilik kendaraan—baik pribadi maupun operasional perusahaan—tentang pentingnya menjaga langit tetap biru. Pemkot Tangerang menegaskan bahwa pengawasan akan diperluas dan diperketat, tidak hanya saat momen peringatan hari lingkungan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: terastangerang.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top