BANTEN — Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berjalan. "Ada dua saksi yang sudah dimintai keterangan. Dalam kejadian ini hanya kerugian materil dan tidak ada korban jiwa," ujarnya melalui pesan singkat, Kamis (4/6).
Kebakaran terjadi di pabrik yang berlokasi di Desa Sawangan, Kecamatan Cipendeuy, sekitar pukul 14.20 WIB. Meski api terlihat besar dan asap membumbung tinggi hingga viral di media sosial, Hendra memastikan benda yang terbakar bukan material berbahaya.
"Yang kebakar berupa kertas-kertas. Tapi karena asapnya tebal jadi dikira kebakaran besar," jelasnya. Tim pemadam kebakaran dan petugas gabungan telah berhasil menjinakkan api sebelum merembet ke bangunan utama pabrik.
Polres Subang bersama manajemen pabrik masih melakukan pendataan terhadap kerugian materil akibat insiden tersebut. Hingga Kamis sore, angka kerugian belum dapat dipastikan.
Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan dugaan korsleting listrik atau faktor lain. "Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan," kata Hendra.
Video kebakaran pabrik mobil listrik itu sempat tersebar luas di akun Instagram @ckpinfo. Dalam rekaman berdurasi pendek, tampak kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari area pabrik, memicu kekhawatiran warga sekitar.
Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pihak kepolisian menjanjikan perkembangan hasil investigasi akan diumumkan setelah pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai dilakukan.