BANTEN — BYD resmi memperkenalkan Dolphin Cargo e-Van di Inggris, sebuah transformasi radikal dari hatchback listrik global terlarisnya menjadi kendaraan niaga ringan. Berdasarkan data CleanTechnica, Dolphin menempati posisi ke-10 mobil listrik terlaris dunia tahun lalu dengan nyaris 250.000 unit terjual. Kini, BYD menawarkan versi kargo yang diklaim membawa jarak tempuh perkotaan terdepan di segmennya.
Dolphin Cargo e-Van mengusung paket baterai LFP Blade 60,4 kWh milik BYD, dipadukan motor listrik bertenaga 201 hp (204 PS). Hasilnya, BYD mengklaim jarak tempuh WLTP mencapai 347 mil (558 km) untuk siklus kota dan 265 mil (426 km) untuk kombinasi. Angka ini disebut mampu menekan biaya operasional armada bisnis secara signifikan.
Meski panjang bodi masih 4.290 mm—sama persis dengan Dolphin standar—BYD melakukan modifikasi besar di kabin. Kursi baris kedua dihilangkan dan diganti partisi logam di belakang kursi depan. Hasilnya, volume muatan mencapai 1.093 liter dengan panjang maksimal 1.250 mm, lebar 1.160 mm, dan tinggi 710 mm. BYD juga menambahkan laci penyimpanan di bawah lantai, pelapis pintu anti-luka, serta film pelindung bemper. Untuk keamanan, tersedia opsi jendela belakang dari panel polikarbonat.
Karena basisnya adalah trim Dolphin Comfort, van ini membawa perlengkapan yang jarang ditemukan di mobil komersial pada umumnya. BYD menyebutnya sebagai nilai lebih bagi pembeli armada. Fitur standar meliputi:
BYD juga menyediakan berbagai upfit kustom seperti alarm mundur, lampu peringatan amber, grafis eksterior, hingga konfigurasi penyimpanan khusus sesuai kebutuhan bisnis.
Dolphin Cargo e-Van sudah bisa dipesan di diler BYD terpilih di Inggris. Harga yang diumumkan adalah £29.358 atau setara Rp 469 juta (estimasi kurs Rp 16.000). Jika sudah termasuk PPN (VAT), harganya menjadi £36.305 atau sekitar Rp 580 juta. BYD belum mengonfirmasi ketersediaan untuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, di mana Dolphin juga sudah dijual sebagai mobil penumpang.