TANGERANG SELATAN — Persaingan masuk SMP negeri di Kota Tangerang Selatan setiap tahunnya selalu ketat. Dari total 25.000 lulusan SD yang melanjutkan ke jenjang SMP, sekitar 12.000 hingga 15.000 siswa memilih mendaftar ke sekolah negeri, namun kuota yang tersedia hanya 9.976 kursi.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyebutkan, untuk menyiasati sisa siswa yang tidak tertampung, Pemkot menggandeng hampir 100 SMP swasta di wilayah tersebut. "Nantinya kita siapkan 5.000 beasiswa untuk siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dan harus masuk ke sekolah swasta agar biaya pendidikannya gratis," kata Pilar di Tangerang, Jumat.
Beasiswa ini menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangsel. Dalam periode lima tahun ke depan, pemerintah juga menargetkan pembangunan tujuh SMP negeri baru untuk menambah kapasitas tampung.
"Sambil pembangunan berjalan, kita tetap bekerja sama dengan sekolah swasta," ujar Pilar. Kerja sama ini memastikan siswa yang tidak lolos seleksi tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.
Pendaftaran SPMB SMP negeri di Tangsel dilakukan secara daring melalui situs spmb.tangerangselatankota.go.id. Bagi calon murid yang mengalami kendala teknis, panitia di setiap sekolah siap membantu secara langsung.
Terdapat empat jalur penerimaan yang dibuka. Jalur Domisili mendapat porsi paling besar, yakni 40 persen dari total kursi. Disusul Jalur Afirmasi sebesar 30 persen, Jalur Prestasi 25 persen, dan Jalur Mutasi lima persen.
Khusus untuk Jalur Domisili, Kartu Keluarga (KK) calon murid harus sudah tercatat di Disdukcapil paling singkat satu tahun atau terdata paling lambat 1 Juni 2025. Persyaratan administrasi lainnya meliputi akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), serta Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah asal.
Calon murid SMP Negeri wajib telah lulus dari SD, SD Terbuka, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Paket A, atau bentuk lain yang sederajat. Usia maksimal 15 tahun pada 1 Juli 2026. Khusus lulusan tahun sebelumnya, wajib melampirkan ijazah yang telah dilegalisasi oleh sekolah asal.
Bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik, kemampuan tahfiz Al-Qur'an, hingga anggota Pramuka Siaga Garuda, bisa mengikuti jalur prestasi dengan melampirkan dokumen pendukung yang dipersyaratkan.
Pemkot Tangsel berencana terus menambah kapasitas layanan pendidikan melalui pembangunan tujuh SMP negeri baru dalam lima tahun ke depan. Namun, selama proses pembangunan berlangsung, skema beasiswa ke sekolah swasta menjadi solusi jangka pendek yang diandalkan untuk menekan angka putus sekolah di kota penyangga Jakarta tersebut.