LEBAK — Operasi pencarian terhadap Muhammad Soleh (14), remaja yang terseret Sungai Ciujung pada Kamis (4/6) lalu, akhirnya menemukan titik terang. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia pada pagi hari, Sabtu (7/6).
Kepala Sub-seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Banten, Risky Dwianto, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan pada koordinat 6 derajat Lintang Selatan dan 106 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di titik yang cukup jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) awal.
"Korban kami temukan sekitar pukul 07.50 WIB. Jaraknya kurang lebih lima kilometer dari lokasi awal terseret," ujar Risky di Lebak, Sabtu.
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Operasi SAR yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari Tim Rescue Kantor SAR Banten, BPBD Kabupaten Lebak, personel Polri dan TNI, relawan Tagana, PMI Kabupaten Lebak, hingga masyarakat setempat.
Sebelum penemuan, tim melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran Sungai Ciujung. Area-area yang diduga menjadi titik kumpul korban akibat terbawa arus juga menjadi prioritas pencarian.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama," kata Risky Dwianto.
Dengan ditemukannya korban, Risky memastikan operasi SAR resmi dihentikan. Seluruh personel yang terlibat dalam pencarian Muhammad Soleh dikembalikan ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya arus sungai, terutama saat debit air meningkat. Warga diimbau untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, khususnya di musim penghujan seperti saat ini.