Atasi Kemacetan Logistik di Palembang, Pelindo Regional 2 Ajak Perusahaan CPO Tertibkan Armada Angkutan

Penulis: Mustofa Kamal  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 15:50:01 WIB
Pelindo Regional 2 menggelar FGD bersama perusahaan CPO untuk menertibkan armada angkutan di Pelabuhan Boom Baru Palembang.

BANTEN — Kemacetan yang dipicu oleh antrean truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) di Pelabuhan Boom Baru Palembang menjadi perhatian serius. Pelindo Regional 2 pun mengambil inisiatif dengan mengundang para mitra penyewa lahan, khususnya perusahaan-perusahaan CPO yang memiliki armada besar, untuk duduk bersama.

Menyelaraskan Operasional dengan Aturan Daerah

Dalam FGD yang digelar di Palembang, Pelindo Regional 2 mengajak seluruh mitra untuk meningkatkan disiplin operasional. Fokus utamanya adalah menertibkan jadwal keluar-masuk armada angkutan agar sesuai dengan ketentuan pembatasan jam operasional yang ditetapkan pemerintah kota.

“Kami mengajak seluruh mitra untuk bersama-sama menjaga ketertiban operasional angkutan barang. Aktivitas logistik harus tetap berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas masyarakat,” ujar Plh. General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Darmawi, dalam sambutannya.

Dampak Langsung bagi Warga dan Pengguna Jalan

Penertiban ini bukan sekadar soal kepatuhan administrasi. Pelindo menargetkan pengurangan kepadatan lalu lintas di ruas jalan menuju dan dari kawasan Pelabuhan Boom Baru. Selama ini, truk-truk CPO yang parkir di badan jalan atau beroperasi di luar jam yang ditentukan kerap memicu titik-titik kemacetan.

Dengan pengaturan jadwal yang lebih ketat, diharapkan arus distribusi logistik menjadi lebih efisien. Warga sekitar pun bisa beraktivitas tanpa harus terjebak antrean kendaraan berat, sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalur padat.

Komitmen Bersama untuk Ekosistem Logistik yang Lebih Tertata

Melalui forum ini, Pelindo Regional 2 Palembang ingin membangun kesamaan persepsi antara regulator, operator pelabuhan, dan pelaku usaha. Darmawi menegaskan bahwa sinergi ini adalah kunci untuk menciptakan tata kelola transportasi logistik yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah daerah. FGD ini adalah wujud nyata kolaborasi agar pelabuhan bisa beroperasi optimal tanpa mengorbankan ketertiban lingkungan,” tambahnya.

Ke depan, Pelindo akan terus memantau implementasi aturan ini bersama mitra penyewa lahan. Langkah ini diyakini mampu menciptakan ekosistem logistik yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat Kota Palembang serta Provinsi Sumatera Selatan secara keseluruhan.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: sumeks.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top