Kabar duka ini pertama kali menyebar melalui grup WhatsApp Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang, Minggu pagi. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Kak Herman menjadi korban lakalantas di Jalan Raya Serang, tepatnya di Km. 10, Bitung Jaya, Cikupa. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan cidera kepala berat.
Wakil Ketua Bidang Abdimas Humas Kwarcab Kota Tangerang, Kak Bobby Yunandar, membenarkan kabar tersebut. "Betul kak, saat ini almarhum berada di RS Tobat Balaraja. Pihak keluarga sudah bergerak ke Balaraja," tulisnya dalam grup tersebut.
Jenazah Kak Herman kemudian dijemput oleh Tim Pramuka Peduli dan Rintisan Saka Patriot Kwarcab Kota Tangerang menggunakan satu unit mobil ambulans. Mereka bergerak menuju RS Tobat di Balaraja untuk membawa almarhum ke kediamannya di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang.
Saat prosesi pemakaman, Kak Herman disholatkan di Masjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang pada Minggu siang. Ketika diturunkan dari ambulans menuju masjid, dilakukan prosesi secara Pramuka. Hal yang sama juga dilakukan saat pemakaman di TPU Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari.
Walikota Tangerang yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang, Kak Sachrudin, hadir langsung dalam takziah untuk menyampaikan bela sungkawa.
Kak Herman, yang lahir di Solo pada 21 Juli 1955, dikenal luas karena dedikasinya yang luar biasa. Ia selalu konsisten memakai seragam lengkap Pramuka sejak puluhan tahun lalu, baik saat menghadiri acara resmi maupun dalam kesehariannya. Ia juga terkenal dengan kebiasaannya bersepeda ke mana pun untuk menghadiri kegiatan kepramukaan.
Ketua Kwarcab Kota Tangerang, Kak Suli Rosadi, menyampaikan rasa duka mendalam melalui grup WhatsApp. "Terima kasih atas segala pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama hayatnya. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," tulisnya.
Wakil Ketua Bidang Saka Sako Kwarcab Kota Tangerang, Kak Aries Munandar, menuturkan bahwa Jumat pagi sebelum kejadian, almarhum sempat menelepon dirinya. "Jumat pagi kemarin alm Kak Herman telp terakhir ngasih tahu HP nya dah idup lagi, beli nomor baru dan sehat2 katanya," kenangnya.
Selamat jalan, Kak Herman. Semoga husnul khotimah.