TANGERANG — Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di dekat Jembatan Bitung, Bitung Jaya, Cikupa. Herman yang saat itu mengendarai sepeda diduga ditabrak dari arah Bitung menuju Cikupa. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang AKP Fery Oktaviari Pratama mengatakan, kasus ini ditangani Unit Gakkum Satlantas. “Untuk kejadian laka lantas tersebut sudah dalam proses penanganan Unit Gakkum Satlantas Polresta Tangerang,” kata Fery di Tangerang, Senin.
Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. “Saat ini dalam proses penyelidikan. Kita masih telusuri dari CCTV yang ada di seputaran lokasi dan juga dari saksi-saksi,” ujar Fery.
Polisi juga berkoordinasi dengan PT Jasa Raharja untuk mempercepat klaim santunan bagi keluarga korban. Jenazah Herman Sulistyo telah dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk menjalani visum.
Herman Sulistyo dikenal luas di kalangan Pramuka Banten karena dedikasinya. Ia kerap mengenakan seragam Pramuka lengkap dalam berbagai kegiatan dan menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama untuk menghadiri acara kepramukaan. Kesederhanaan dan konsistensinya membuatnya disegani di Tangerang Raya hingga Banten.
Sebelum dimakamkan, jenazah Herman dishalatkan di Masjid Raya Al-A'zhom, Kota Tangerang, Minggu siang. Prosesi tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah serta anggota Pramuka dari berbagai daerah di Banten.
Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Prosesi pemakaman diiringi penghormatan khusus secara kepramukaan dari rekan-rekan sesama anggota Pramuka.
Sementara itu, polisi terus memburu pengemudi truk yang diduga melarikan diri. Masyarakat yang memiliki informasi terkait kecelakaan ini diminta segera melapor ke pihak berwajib.