TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal itu ditegaskan Wali Kota Sachrudin saat membuka workshop yang dihadiri perwakilan perusahaan, akademisi, dan komunitas lingkungan tersebut.
“Perubahan iklim harus disikapi secara serius oleh semua pihak karena dampaknya sudah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sachrudin dalam sambutannya.
Penghargaan PROPER diberikan kepada perusahaan yang dinilai aktif menerapkan praktik pengelolaan lingkungan dan mendukung pengendalian perubahan iklim. Menurut Sachrudin, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi sekaligus contoh bagi perusahaan lain untuk terus meningkatkan kinerja lingkungannya.
“Komitmen saja tidak cukup. Tantangan perubahan iklim harus dijawab dengan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
Sachrudin menekankan, pengelolaan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi ruang berbagi inovasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan sehingga dapat memperkuat komitmen bersama mewujudkan Kota Tangerang yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pemkot Tangerang juga mendorong para pelaku industri untuk mengambil peran lebih besar melalui inovasi dan program yang mendukung pembangunan rendah karbon serta penguatan ketahanan lingkungan. Workshop bertema Aksi untuk Iklim ini menjadi ajang bagi perusahaan untuk saling bertukar pengalaman dalam menerapkan praktik ramah lingkungan.