BANTEN — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari hingga Mei 2026 menunjukkan peta persaingan ketat di segmen mobil murah ramah lingkungan. Dua nama memuncaki tabel distribusi, sekaligus membuktikan konsumen Indonesia masih setia pada model tertentu meski harga bukan yang paling rendah.
Toyota Calya 1.2 G M/T menjadi model dengan distribusi tertinggi, mencapai 8.828 unit. Varian bertransmisi manual ini dibanderol Rp 178,8 juta. Pesaing terdekatnya, Honda Brio Satya E CVT, hanya terpaut 96 unit dengan torehan 8.732 unit.
Menariknya, Brio Satya E CVT merupakan varian termahal di antara semua model LCGC yang beredar di Indonesia saat ini, dengan harga Rp 206,7 juta. Di luar dua model tersebut, persaingan juga melibatkan Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, dan Toyota Agya. Namun, angka distribusi kelima model ini secara keseluruhan menunjukkan tren penurunan.
Secara wholesales (distribusi pabrik ke dealer), total penjualan LCGC pada Januari-Mei 2026 hanya mencapai 46.055 unit. Angka ini turun sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang menembus 59.737 unit. Data penjualan retail (dari dealer ke konsumen) juga tidak lebih baik, terkoreksi 17 persen dari 58.506 unit menjadi 48.754 unit.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengakui penurunan ini beririsan dengan menjamurnya mobil listrik murah. "Yang menjadi isu adalah masyarakat mencari pilihan mana yang sesuai untuk mereka. Ada tren di Jakarta, masyarakat ingin punya mobil yang bebas ganjil genap. Itu salah satu yang mendorong mereka beli mobil listrik," jelas Kukuh.
Kehadiran mobil listrik dengan harga di bawah Rp 200 juta menjadi faktor utama penekan penjualan LCGC. Selain banderol yang bersaing, insentif berupa pembebasan aturan ganjil genap di Jakarta menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen perkotaan. Hal ini membuat segmen yang biasanya menjadi pintu masuk pertama kepemilikan mobil harus berbagi kue dengan kendaraan listrik.
Meski demikian, LCGC masih memiliki basis konsumen setia, terutama bagi mereka yang mengutamakan biaya perawatan rendah dan jaringan servis luas. Pertarungan ke depan akan semakin menarik jika pabrikan mulai memberikan pembaruan signifikan pada model-model LCGC andalannya.