BANTEN — Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani meminta warga tidak menyepelekan potensi kebakaran yang dipicu oleh faktor kelistrikan. Imbauan itu disampaikan usai ia meninjau langsung rumah warga yang ludes terbakar di Kecamatan Tanjung.
Menurut Noor Rifani, kondisi cuaca yang masih didominasi panas meski sesekali turun hujan meningkatkan risiko korsleting. Ia mendesak pemilik rumah untuk memeriksa kondisi kabel dan peralatan elektronik secara rutin.
“Pertama tentu imbauan kepada masyarakat untuk memperhatikan kondisi kabel dan instalasi kelistrikan. Karena memang cuaca saat ini, walaupun hujan tadi malam, tetapi kebanyakan masih panas. Ini hal yang perlu kita perhatikan,” ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong, dalam keterangan yang diterima redaksi.
Pemerintah Kabupaten Tabalong tidak hanya mengandalkan respons saat kebakaran terjadi. Noor Rifani menekankan tiga langkah preventif yang harus menjadi kebiasaan warga.
“Kami juga mengimbau agar selalu waspada ketika meninggalkan rumah. Perhatikan alat-alat listrik dan peralatan memasak, pastikan semuanya dalam kondisi aman sebelum rumah ditinggalkan,” tambahnya.
Bupati Noor Rifani memastikan Pemkab Tabalong akan meningkatkan frekuensi sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana. Ia menyebut koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, serta instansi terkait akan diperkuat untuk mempercepat waktu respons.
Menurutnya, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran meluas. “Kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan karena potensi bencana bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya.
Data sementara dari BPBD Tabalong menunjukkan tren peningkatan kejadian kebakaran dalam sebulan terakhir, mayoritas dipicu oleh korsleting listrik di pemukiman padat penduduk. Pemerintah daerah berencana menggelar simulasi pemadaman kebakaran di tingkat rukun tetangga mulai bulan depan.