TANGERANG — Pemadaman listrik bergilir melanda 28 kecamatan di wilayah Tangerang Raya pada Jumat (19/6/2026). Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.
Manager Komunikasi PLN UID Banten, Indo Gilang Nesia, menyebut pemadaman terjadi karena adanya kendala teknis operasional pada pembangkit. Kondisi itu menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik ke sejumlah wilayah.
"Kami terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal," ujar Gilang melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat.
Informasi jadwal pemadaman diumumkan melalui kanal media sosial empat Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN, yakni UP3 Cikokol, UP3 Serpong, UP3 Cikupa, dan UP3 Teluknaga. Pantauan Kompas.com, keempat akun tersebut serempak mengumumkan jadwal pemadaman bergilir pada Jumat pagi.
Pemadaman dimulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Setiap UP3 memiliki daftar kecamatan yang terkena giliran padam.
Untuk UP3 Cikokol, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tangerang, Pinang, Cipondoh, dan Jatiuwung. Sementara UP3 Serpong mengumumkan pemadaman di Kecamatan Serpong, Serpong Utara, Kelapa Dua, Setu, Curug, Pagedangan, Legok, dan Cisauk.
UP3 Cikupa menyebut pemadaman terjadi di Kecamatan Balaraja, Jayanti, Kronjo, Tigaraksa, Cisoka, Panongan, dan Cikupa. Adapun UP3 Teluknaga melakukan pemadaman di Kecamatan Pasar Kemis, Periuk, Kosambi, Sepatan, Sepatan Timur, Pakuhaji, Teluknaga, Rajeg, dan sebagian Jatiuwung.
PLN UID Banten menyatakan telah melakukan manajemen beban secara terbatas di wilayah terdampak. Langkah ini diambil sebagai respons atas penurunan kapasitas suplai listrik dari pembangkit.
Gilang menambahkan, pihaknya telah menyampaikan informasi pemadaman kepada pelanggan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN. Koordinasi dengan pemangku kepentingan di wilayah terdampak juga terus dilakukan.
"Kami terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal," ujar Gilang.