SERANG — Provinsi Banten terus menggenjot sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Setelah berhasil memanen padi seluas 753 hektare pada Februari 2026 lalu, Yayasan Bhakti Bela Negara kini menyiapkan perluasan lahan hingga 1.500 hektare untuk panen raya berikutnya pada Agustus mendatang.
Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Adjie mengungkapkan, pihaknya tidak hanya berhenti pada angka tersebut. Dalam tiga tahun ke depan, yayasan memproyeksikan perluasan lahan pertanian hingga mencapai 50 ribu hektare dengan melibatkan pemberdayaan petani lokal.
"Saya laporkan kepada Gubernur, mohon dukungannya untuk menjadikan Banten sebagai provinsi pusat lumbung pangan nasional karena kami sudah mulai membuka lahan di Banten dengan bibit padi unggul PS-08," kata Seno dalam keterangannya di Serang, Selasa.
Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut penguatan sektor pertanian sejalan dengan tren positif kesejahteraan petani yang tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP).
"NTP kita terus tumbuh, NTP Banten pada Mei 2026 sebesar 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026. Kemudian pertumbuhan sektor pertanian juga tumbuh positif, saya berharap mudah-mudahan ini terus konsisten," ungkap Andra.
Tak hanya fokus pada hulu, Yayasan Bhakti Bela Negara juga merencanakan penguatan hilirisasi sektor pertanian. Seno menyatakan siap berinvestasi membangun fasilitas pusat penggilingan padi di Banten.
"Saya mau investasi membangun pusat penggilingan padi di Banten, supaya petani-petani di Banten kalau mau menggiling padinya tidak harus keluar dari Banten," tambahnya.
Langkah ini dinilai strategis untuk memutus rantai biaya transportasi dan meningkatkan nilai tambah hasil panen petani lokal. Dengan adanya penggilingan di dalam provinsi, margin keuntungan petani diharapkan lebih besar.
Varietas padi unggul PS-08 dipilih karena potensi produktivitasnya yang tinggi dan adaptasi yang baik terhadap kondisi lahan di Banten. Yayasan Bhakti Bela Negara menilai varietas ini mampu mendorong percepatan swasembada pangan di tingkat provinsi.
Kolaborasi antara Pemprov Banten dan yayasan ini menjadi model kemitraan yang diharapkan bisa direplikasi di daerah lain. Dengan sinergi antara pemerintah, swasta, dan petani, target Banten sebagai lumbung pangan nasional dinilai semakin realistis.