Transaksi Ikan Pelagis Besar di Lebak Capai Rp96 Miliar Setahun, Topang Ekonomi 3.635 Nelayan

Penulis: Luqman Arif  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:58:01 WIB

LEBAK — Nilai transaksi ikan pelagis besar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Lebak menembus Rp8 miliar per bulan, atau setara Rp96 miliar dalam setahun. Angka itu berasal dari hasil tangkapan ribuan nelayan yang beroperasi di perairan Samudera Hindia, selatan Banten.

Jenis Ikan dan Kisaran Harga di Tingkat Nelayan

Jenis ikan pelagis besar yang dominan ditangkap meliputi tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, wahoo, sarden, barakuda, hingga tongkol. Untuk ikan tuna, bobot per ekor bisa mencapai 60 kilogram dengan harga jual bervariasi Rp40 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, tergantung jenis dan kualitas.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana mengatakan sebagian hasil tangkapan dipasarkan ke perusahaan ekspor di Jakarta, sisanya menjadi bahan baku industri pengolahan lokal. “Pola ini menciptakan rantai nilai yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas, mulai dari nelayan, pedagang, pelaku usaha pengolahan, hingga sektor distribusi,” ujarnya.

Omzet UMKM Olahan Ikan Capai Rp75 Juta per Bulan

Aktivitas perikanan di Lebak mendorong tumbuhnya ratusan UMKM berbasis hasil laut. Produk olahan yang dihasilkan antara lain abon ikan, kerupuk ikan, bakso ikan, ikan asin, pindang, otak-otak, dendeng ikan, rendang ikan, hingga aneka camilan.

Salah satu pelaku UMKM di Kecamatan Binuangeun, Bedah (45), memproduksi abon ikan yang dipasarkan sebagai bahan baku ke perusahaan di Jakarta dan Tangerang. “Kami memasok abon ikan sekitar 500 kilogram per bulan dengan harga Rp150 ribu per kilogram, sehingga omzetnya mencapai sekitar Rp75 juta setiap bulan,” kata Bedah. Produknya dikemas dengan merek “Bu Bedah” dan memiliki daya simpan hingga delapan bulan tanpa bahan pengawet.

Pendapatan Nelayan: Rp1,8 Juta per Melaut

Nelayan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Rohman (55), mengatakan stok ikan pelagis besar memberikan kepastian usaha. Dalam sekali melaut selama sekitar sepekan, nelayan bisa memperoleh pendapatan bersih Rp1,8 juta setelah dikurangi biaya operasional. “Keberadaan ikan pelagis besar di perairan selatan Banten sangat membantu ekonomi nelayan,” ujarnya.

Total nelayan yang beroperasi di pesisir selatan Lebak mencapai 3.635 orang, dengan produksi tangkapan berkisar 6.000 hingga 7.500 ton per tahun. Produksi tersebut memasok kebutuhan industri pengolahan dan perdagangan hasil perikanan di wilayah itu.

Prospek Pengembangan Industri Pengolahan Lokal

Winda Triana meyakini produksi tangkapan ikan pelagis besar dapat terus meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir. Menurutnya, pengembangan industri pengolahan memperkuat nilai tambah komoditas perikanan sekaligus memperluas peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja di kawasan pesisir Kabupaten Lebak.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top