SERANG — Sebanyak 358.801 warga Banten tercatat sebagai peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 21 persen yang aktif mengikuti klub kesehatan. Data itu diungkap Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan dr. Yessi Kumalasari pada acara Semarak Gerak Sehat Prolanis 2026 di Halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Sabtu (25/7/2026).
"Klub Prolanis masih terbatas pada penyakit diabetes melitus (DM) dan hipertensi," kata Yessi. Ia menjelaskan, Prolanis merupakan program promotif dan preventif bagi peserta BPJS Kesehatan yang mengidap penyakit kronis. Tujuannya menjaga kondisi kesehatan peserta tetap stabil sekaligus mencegah komplikasi.
Menurut Yessi, pengelolaan penyakit kronis sebetulnya harus dilakukan setiap individu agar tetap sehat. Program promotif dan preventif merupakan upaya mencegah keparahan penyakit.
Kegiatan Prolanis meliputi senam bersama, konsultasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pelayanan obat, hingga edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkala. Program ini diharapkan bisa diikuti lebih banyak peserta agar manfaatnya optimal.
Gubernur Banten Andra Soni yang hadir dalam acara tersebut mengajak masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis sebagai langkah deteksi dini penyakit. "Menjaga masyarakat tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit," ujar Andra.
Ia menilai Prolanis berperan membantu penyandang penyakit kronis memperoleh pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Dengan begitu, kualitas hidup tetap terjaga dan risiko komplikasi dapat ditekan. Andra juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.
Usai kegiatan, Andra Soni didampingi Tinawati Andra Soni meninjau layanan Mobile Klinik Pemerintah Provinsi Banten, pelayanan cek kesehatan gratis, pemeriksaan mata oleh RS Mata Achmad Wardi, serta layanan BPJS Kesehatan.