BANTEN — Pemerintah serius mendorong pariwisata Indonesia naik kelas. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (31/8/2026), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa anggaran 2027 difokuskan pada program yang tepat sasaran dan akuntabel. Total pagu yang disiapkan mencapai Rp 1.509.057.247.000.
"Pembahasan anggaran bukan semata-mata mengenai besaran anggaran, tapi mengenai bagaimana setiap rupiah uang negara diterjemahkan menjadi program kerja yang tepat sasaran, dilaksanakan secara akuntabel, serta diawasi bersama agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar Widiyanti.
Bantuan pemerintah untuk peningkatan fasilitas destinasi ditargetkan bertambah signifikan, dari 92 unit pada 2026 menjadi 150 unit pada 2027. Artinya, lebih banyak lokasi wisata yang siap menerima kunjungan dengan fasilitas yang lebih nyaman.
Deputi Bidang Industri dan Investasi juga mendapat kenaikan dari Rp 21,69 miliar menjadi Rp 26,33 miliar. Sektor ini penting untuk menarik investor membangun hotel, restoran, dan atraksi baru.
Program Peningkatan Keselamatan Berwisata akan dilaksanakan di 24 lokasi. Ini kabar baik bagi keluarga yang ingin liburan tanpa khawatir. Sementara itu, program Desa Wisata memperkuat basis data dan informasi melalui jejaring JADESTA, yang menargetkan lebih dari 6.300 data desa wisata.
Digitalisasi juga jadi sorotan. Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional (SISPARNAS) ditargetkan menyediakan data atraksi wisata di 38 provinsi. Ke depannya, mencari referensi destinasi akan semakin mudah lewat satu sistem terintegrasi.
Berdasarkan pijakan tersebut, target 2027 dinaikkan. Kunjungan wisman dipatok pada kisaran 17,6 juta hingga 19,1 juta. Untuk pariwisata domestik, targetnya 1,28 miliar perjalanan. Sektor ini juga dibidik menarik investasi Rp 71 triliun dengan proyeksi devisa USD 25,5-28,6 miliar.
Kenaikan anggaran Tugas Pembantuan dari Rp 17,86 miliar menjadi Rp 19,76 miliar menjadi sinyal pemerataan pembangunan. Dana ini disalurkan ke provinsi agar manfaat pariwisata tidak hanya terpusat di Bali atau pulau Jawa, tapi merata di seluruh Indonesia.
Bagi traveler, perkembangan ini berarti pilihan destinasi yang lebih beragam dan terdata. Mulai dari desa wisata yang rapi dikelola hingga infrastruktur yang semakin baik, rencana 2027 ini layak dinantikan. Untuk informasi terbaru tentang destinasi dan program, pantau kanal resmi Kemenpar.