Cegah Warga Jadi Korban Perdagangan Orang, Disnaker Lebak Wajibkan Calon PMI Lapor Sebelum Berangkat ke Luar Negeri

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Selasa, 01 September 2026 | 17:59:31 WIB
Petugas Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak memberikan sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kepada calon pekerja migran di salah satu kantong tenaga kerja.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak, Banten, menggencarkan sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di sejumlah kantong tenaga migran. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada warga Lebak yang menjadi korban jaringan sindikat pengiriman pekerja ilegal ke luar negeri.

LEBAK — Upaya pencegahan TPPO di Kabupaten Lebak difokuskan pada edukasi calon pekerja migran. Sekretaris Disnaker Kabupaten Lebak, Rully Charuliyanto, menyampaikan bahwa jajarannya terus mengoptimalkan sosialisasi di kantong-kantong tenaga migran yang tersebar di enam kecamatan.

Wilayah yang menjadi prioritas penyuluhan meliputi Kecamatan Maja, Sajira, Cipanas, Malingping, Rangkasbitung, dan Leuwidamar. Rully menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan warga Lebak yang menjadi korban perdagangan orang di luar negeri.

"Hingga kini kami belum menerima adanya tenaga migran asal Lebak menjadi korban TPPO di luar negeri, kami berharap jangan sampai tenaga migran asal Lebak menjadi korban TPPO," kata Rully dalam keterangannya di Lebak, Selasa.

Mekanisme Pencegahan: Wajib Koordinasi ke Disnaker

Masyarakat yang berencana bekerja ke luar negeri diminta untuk tidak serta-merta percaya pada informasi lowongan kerja yang beredar di media sosial. Disnaker Lebak menginstruksikan agar setiap calon pekerja berkoordinasi terlebih dahulu untuk memverifikasi legalitas perusahaan penyalur.

"Kami minta masyarakat bisa berkonsultasi dengan Disnaker jika hendak bekerja ke luar negeri untuk mencegah TPPO," ujarnya. Langkah ini dinilai krusial untuk memutus rantai perekrutan yang sering berujung pada eksploitasi.

Menurut Rully, modus yang kerap menjerat korban adalah perekrutan lowongan kerja palsu, penipuan daring, hingga jaringan lintas negara. Verifikasi sejak awal diharapkan mampu meminimalkan risiko tersebut.

Target Negara Tujuan: 14 Negara di Asia dan Eropa

Sepanjang tahun berjalan, pemerintah daerah telah memberangkatkan 152 tenaga kerja migran asal Lebak. Mereka tersebar ke 14 negara di Asia dan Eropa, mulai dari Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bahrain, hingga Jepang, Taiwan, Slovakia, Jerman, dan Turki.

Para pekerja migran tersebut ditempatkan di sektor formal dan non-formal. Adapun jenis pekerjaannya beragam, mulai dari perawat bayi dan lansia, penjaga toko, asisten rumah tangga, sopir, hingga pekerja pabrik dan perbengkelan.

Mayoritas dari mereka memiliki latar belakang pendidikan setara SMA dan SMK. Disnaker berharap para pekerja migran dapat menjalankan tugas dengan baik dan disiplin, sehingga ekonomi keluarga di kampung halaman ikut terbantu.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top