Menteri PU Diminta Hashim Wujudkan Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 04 September 2026 | 15:31:32 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) berbincang dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menerima kedatangan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo di Kantor Kementerian PU, Jakarta, pada Kamis (3/9/2026).

Pada kesempatan itu, keduanya mendiskusikan arah kebijakan pembangunan infrastruktur yang tidak sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, melainkan juga bersifat produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Hashim menyampaikan sejumlah pandangan terkait pentingnya pembangunan infrastruktur yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, infrastruktur mesti mampu membuka lapangan kerja, mendongkrak pendapatan masyarakat, sekaligus turut mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.

Menanggapi hal itu, Dody Hanggodo menyambut baik berbagai masukan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi tentu penting, tetapi pada akhirnya yang ingin kita lihat adalah semakin banyak orang yang bekerja, semakin banyak keluarga yang memiliki penghasilan, dan semakin banyak masyarakat yang dapat keluar dari kemiskinan," kata Dody.

Salah satu langkah yang terus digencarkan Kementerian PU guna mencapai tujuan tersebut yakni lewat berbagai program padat karya.

Dody menyebut, program itu tidak sebatas menghasilkan pembangunan infrastruktur, melainkan juga membuka kesempatan kerja sekaligus memberi tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Pada pertemuan tersebut, Hashim turut mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Pesan itu sejalan dengan komitmen Kementerian PU yang terus memperkuat penerapan konsep infrastruktur hijau, baik dalam pembangunan maupun pengelolaan berbagai proyek.

"Infrastruktur hijau menjadi bagian penting dari ikhtiar itu, karena apa yang kita bangun hari ini pada akhirnya akan menjadi titipan bagi generasi setelah kita," ujar Dody.

Dody mengatakan, pembangunan infrastruktur ke depan tidak bisa hanya dinilai dari besarnya proyek atau nilai investasinya semata.

Yang jauh lebih penting, kata dia, adalah manfaat ekonomi yang dihasilkan, pemerataan akses, serta keberlanjutan lingkungan.

Berbagai masukan dari Hashim, lanjut Dody, menjadi bahan penting bagi Kementerian PU untuk mengarahkan program pembangunan agar semakin efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.

Arahan tersebut sejalan pula dengan visi PU608 yang menempatkan infrastruktur sebagai instrumen untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing nasional.

Lewat pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran, pemerintah menargetkan sejumlah capaian nasional, di antaranya menekan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) hingga di bawah angka 6, mengentaskan kemiskinan menuju 0 persen, serta menopang pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

"Kami di Kementerian PU harus terus menavigasikan setiap program agar cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," tegas Dody.

Menurutnya, setiap pembangunan jalan, penyediaan air bersih, pengelolaan sumber daya air, hingga program berbasis padat karya harus diarahkan agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dody menilai, infrastruktur idealnya tidak semata menjadi aset fisik belaka. Pembangunan itu harus mampu menciptakan kesempatan kerja, memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar, sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Karena itu, Kementerian PU terus mendorong terciptanya keseimbangan antara manfaat ekonomi, pemerataan pembangunan, dan kelestarian lingkungan di setiap programnya.

Menjelang pertemuan berakhir, Dody mengaku banyak memperoleh pandangan dan masukan dari Hashim terkait arah pembangunan infrastruktur ke depan.

"Saya banyak mendengar hari ini. Banyak pula yang saya catat dalam hati. Terima kasih, Pak Hashim, atas waktu, perhatian, dan nasihatnya. InsyaAllah, silaturahmi dan pesan-pesan hari ini akan kami jaga dan kami jalankan sebaik-baiknya," pungkas Dody.

Reporter: Redaksi
Back to top