PLN Salurkan Masker APD ke BPBD Kaltara untuk Petugas Karhutla

Penulis: Mustofa Kamal  •  Senin, 14 September 2026 | 12:04:31 WIB
Petugas menyerahkan bantuan masker pelindung pernapasan dari PLN UID Kaltimra kepada BPBD Provinsi Kaltara.

BANTENBalikpapan — Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Utara masih menyisakan persoalan klasik: paparan asap yang mengancam pernapasan petugas lapangan dan warga sekitar. PLN UID Kaltimra masuk lewat jalur yang jarang disorot dalam operasi karhutla, yakni perlindungan diri personel di garis depan.

Bantuan diserahkan melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kaltara pada Kamis (10/9/2026). Jenis bantuannya masker khusus pelindung pernapasan, disalurkan lewat program TJSL PLN Peduli dengan BPBD Provinsi Kaltara sebagai penerima.

Mengapa Masker Jadi Kebutuhan Mendesak

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyebut pihaknya melihat langsung beban petugas di lapangan. Paparan asap dinilai bukan gangguan kecil, terutama bagi mereka yang bertugas berjam-jam di wilayah terdampak.

"Kami menyadari bahwa para petugas di lapangan menghadapi tantangan yang tidak ringan, termasuk paparan asap saat menjalankan tugas. Melalui bantuan ini, PLN ingin mengambil bagian sesuai kapasitas kami dengan memberikan dukungan perlindungan bagi petugas maupun masyarakat yang berada di wilayah terdampak," ujar Chaliq dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Chaliq menambahkan, penanganan karhutla tidak bisa diselesaikan satu pihak. Menurutnya, PLN akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain sesuai peran perusahaan.

"Penanganan karhutla membutuhkan gotong royong. PLN akan terus berkoordinasi dan mendukung upaya bersama sesuai peran dan kapasitas perusahaan. Harapannya, dukungan sederhana ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang berada di lapangan," tambahnya.

Siapa yang Menerima Manfaat

Di sisi penerima, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kaltara, Rony Haryanto, menyatakan masker pelindung pernapasan masuk kategori kebutuhan penting bagi personel yang bertugas di tengah kondisi asap.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UID Kaltimra atas dukungan yang diberikan untuk petugas dan masyarakat. Bantuan masker khusus pelindung pernapasan ini sangat bermanfaat untuk mendukung perlindungan personel yang bertugas di lapangan, terutama ketika menghadapi paparan asap," ujar Rony.

Rony menilai dukungan dari berbagai pihak ikut menjaga semangat para petugas yang terus bekerja menangani karhutla dan menekan dampaknya terhadap masyarakat.

Koordinasi Jadi Kunci Penyaluran

Manager PLN UP3 Kaltara, Dody Suhendra, menjelaskan penyaluran bantuan dilakukan lewat koordinasi dengan BPBD Provinsi Kaltara. Tujuannya agar pemanfaatan masker disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

"Kami berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Utara agar bantuan ini dapat segera dimanfaatkan oleh petugas maupun masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap masker ini dapat membantu memberikan perlindungan bagi mereka yang beraktivitas di tengah paparan asap," ujar Dody.

Dody juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang masih menjalankan tugas penanganan karhutla di Kaltara.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh petugas yang terus bekerja di lapangan. Semoga dukungan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk bersama-sama menghadapi kondisi karhutla, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman," tuturnya.

Bagi PLN UID Kaltimra, penyaluran ini bagian dari pola TJSL yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan di wilayah operasional. Dukungan kebencanaan seperti karhutla ditempatkan sebagai prioritas karena dampaknya langsung menyentuh keselamatan warga di sekitar area kerja perusahaan.

Langkah serupa pernah dilakukan PLN di sejumlah wilayah lain saat musim kemarau, umumnya berupa bantuan logistik, air bersih, atau peralatan pendukung. Untuk Kaltara, kebutuhan masker pelindung pernapasan menjadi titik intervensi yang dipilih karena intensitas asap masih mengganggu aktivitas harian warga.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: pusaranmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top