Pemkot Tangerang Selatan menargetkan pembentukan dua pos gizi di setiap wilayah sebagai bagian dari penanganan stunting, dengan total 108 pos yang harus terbentuk pada 2029. Program yang berjalan sejak 2023 ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, terutama dari keluarga berpenghasilan rendah.
TANGSEL — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyatakan target pembentukan 108 Pos Gizi tersebar di seluruh wilayah pada 2029. Angka itu setara dua pos gizi per kecamatan, dengan dukungan kader kesehatan di masing-masing titik.
Pilar menegaskan pos gizi berfungsi lebih dari sekadar tempat pemberian makanan tambahan. Program ini juga menjadi ruang edukasi bagi para ibu soal pemenuhan gizi anak, sekaligus tempat bermain yang aman bagi balita.
"Pemkot Tangsel menargetkan terdapat 108 Pos Gizi yang tersebar di seluruh wilayah pada 2029 yang didukung oleh kader kesehatan. Karena peran pos gizi sangat penting dalam upaya penanganan stunting," kata Pilar di Tangerang, Kamis.
Penguatan Pos Gizi diarahkan pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, dihitung sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pemenuhan gizi di rentang usia itu dinilai menentukan perkembangan otak, pertumbuhan fisik, dan daya tahan tubuh anak.
Pilar menyebut program ini menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi ibu dan anak. Menu yang disajikan mendapat pengawasan ahli gizi Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan agar sesuai kebutuhan sasaran.
"Pos Gizi bukan hanya tempat pemberian makanan tambahan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bermain dan tumbuh," ujar Pilar.
Program Pos Gizi sudah berjalan sejak 2023 dan terus dikembangkan dengan sasaran yang lebih tepat. Selain makanan bergizi tambahan, warga menerima edukasi soal pola asuh dan pemenuhan gizi anak.
Pilar yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tangsel menyatakan angka prevalensi stunting di wilayahnya menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, ia menegaskan pemerintah tidak berhenti pada capaian itu.
"Alhamdulillah, angka prevalensi stunting di Tangerang Selatan menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, capaian ini tidak membuat kita berhenti. Pemerintah akan terus memperkuat program agar kualitas sumber daya manusia Tangsel semakin sehat, unggul, dan berdaya saing," katanya.
Pengembangan Pos Gizi menjadi bagian dari penguatan intervensi berbasis masyarakat. Pilar mengapresiasi peran kader kesehatan, tokoh lingkungan, dan warga yang mendukung pelaksanaan program.
Kolaborasi itu dinilai penting agar penanganan stunting berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran. Pemerintah daerah akan terus memperkuat program demi kualitas sumber daya manusia Tangsel yang lebih sehat dan berdaya saing.