Bos Menara Eiffel Mundur Akhir 2026 Usai Polemik Kunjungan BAPS

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 30 September 2026 | 19:33:31 WIB
Direktur Jenderal SETE Patrick Branco Ruivo akan meninggalkan jabatannya pada akhir 2026.

BANTEN — Direktur Jenderal Societe d'Exploitation de la tour Eiffel (SETE), Patrick Branco Ruivo, akan meninggalkan jabatannya pada akhir 2026 setelah investigasi independen mengungkap masalah operasional dalam kunjungan rombongan BAPS pada 5 September. Keputusan ini diambil setelah staf perempuan Menara Eiffel diminta menyingkir dari sejumlah area selama kunjungan berlangsung. Insiden tersebut memicu mogok kerja pada 7 September yang sempat menutup ikon wisata Paris itu untuk pengunjung.

Investigasi yang dilakukan perusahaan independen menemukan sejumlah pelanggaran prosedur dalam penyelenggaraan kunjungan rombongan Bochasanwasi Shri Akshar Purushottam Swaminarayan Sanstha (BAPS) ke Menara Eiffel. Rombongan tersebut berada di Paris untuk menghadiri perayaan pembukaan sebuah kuil Hindu tradisional di dekat ibu kota Prancis.

Selama kunjungan pada 5 September, staf perempuan di Menara Eiffel diminta tidak berada di area yang dilewati rombongan. Sejumlah pekerja perempuan juga meninggalkan posnya dan digantikan oleh staf laki-laki. Kebijakan tidak tertulis itu tidak pernah tercantum dalam prosedur resmi operasional Menara Eiffel.

Mogok Kerja dan Penutupan Menara Eiffel

Para staf Menara Eiffel memilih mogok pada 7 September sebagai bentuk protes atas perlakuan yang dinilai diskriminatif. Akibatnya, ikon wisata setinggi sekitar 330 meter itu sempat ditutup untuk pengunjung.

Penutupan tersebut berdampak langsung pada ribuan wisatawan yang telah membeli tiket. Menara Eiffel sendiri disebut dikunjungi sekitar 7 juta orang setiap tahunnya, menjadikannya salah satu destinasi wisata paling ramai di Eropa.

Langkah Perbaikan yang Disiapkan SETE

Usai polemik tersebut, SETE menyatakan akan menyiapkan sejumlah langkah baru, termasuk program pelatihan yang berkaitan dengan kesetaraan gender. Ketua SETE, Ariel Weil, pada Selasa (29/9) meminta agar langkah-langkah dan program pelatihan yang mempromosikan kesetaraan gender mulai diimplementasikan.

Program pelatihan itu ditujukan bagi seluruh staf operasional yang berinteraksi langsung dengan pengunjung. SETE belum merinci jadwal pasti implementasi maupun sanksi bagi pihak yang terbukti melanggar prosedur.

Dampak bagi Wisatawan yang Merencanakan Kunjungan

Bagi traveler yang berencana mengunjungi Menara Eiffel dalam waktu dekat, penutupan mendadak akibat aksi mogok tetap menjadi risiko yang perlu diantisipasi. Pembelian tiket secara daring jauh hari tetap disarankan, namun pantau pula pengumuman resmi dari SETE melalui situs atau kanal media sosial mereka.

Wisatawan disarankan menyiapkan rencana cadangan destinasi di sekitar Paris, seperti Museum Louvre atau Katedral Notre-Dame, jika terjadi penutupan mendadak. Informasi terkini mengenai jam operasional dan status kunjungan dapat dikonfirmasi langsung melalui situs resmi Menara Eiffel atau dinas pariwisata Paris.

Konteks Kunjungan Rombongan Keagamaan

BAPS merupakan organisasi keagamaan dan sipil sedunia yang bersekte Swaminarayan, sebuah cabang dari agama Hindu. Rombongan mereka datang ke Paris untuk menandai peresmian sebuah kuil Hindu tradisional di kawasan dekat ibu kota Prancis.

Kasus ini menjadi perhatian publik Prancis karena menyentuh isu kesetaraan gender di lingkungan kerja sekaligus mencoreng citra salah satu ikon wisata paling dikenal dunia. Pengunduran diri Patrick Branco Ruivo pada akhir 2026 menandai berakhirnya masa kepemimpinannya di tengah tekanan publik dan internal perusahaan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top