Penumpang KRL Rangkasbitung Diproyeksi 85 Juta pada 2026, Pemprov Banten Kaji Elektrifikasi hingga Merak

Penulis: Luqman Arif  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:32:01 WIB
Gubernur Banten Andra Soni berbicara dalam Focus Group Discussion Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Merak di Kota Serang, Jumat (2/10/2026).

SERANG — Pemprov Banten tengah menyiapkan studi kelayakan atau feasibility study untuk memastikan aspek teknis pengembangan elektrifikasi jalur Rangkasbitung-Merak. Kajian awal memperkirakan kebutuhan investasi mencapai Rp1,29 triliun. Jika terealisasi, kapasitas layanan harian diproyeksikan naik hampir dua kali lipat, dari sekitar 9.900 penumpang menjadi 18.000 penumpang.

Angka proyeksi penumpang KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung pada 2026 mencapai 85 juta orang. Realisasi 2025 tercatat 77,5 juta penumpang, sehingga kenaikan tahunan diperkirakan sekitar 7,5 juta orang.

Mengapa Elektrifikasi Rangkasbitung-Merak Dipercepat

Gubernur Banten Andra Soni menilai peningkatan jumlah penumpang menunjukkan kebutuhan terhadap transportasi publik berkapasitas lebih besar semakin mendesak. Tingkat keterisian kereta pada jam sibuk yang mencapai 161 persen menjadi salah satu pertimbangan utama.

"Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak," kata Andra dalam Focus Group Discussion Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Merak di Kota Serang, Jumat 2 Oktober 2026.

Menurut Andra, peningkatan kapasitas kereta tidak hanya diperlukan untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat. Pengembangan tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antardaerah di Provinsi Banten.

Investasi Rp1,29 Triliun dan Target Kapasitas Harian

Berdasarkan studi awal, elektrifikasi jalur Rangkasbitung-Merak diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1,29 triliun. Pembangunan jalur direncanakan dilakukan secara bertahap.

Tahap awal akan dimulai dari Rangkasbitung menuju Serang, kemudian dilanjutkan menuju Cilegon hingga Merak. Peningkatan kapasitas harian dari sekitar 9.900 penumpang menjadi 18.000 penumpang menjadi salah satu indikator kelayakan proyek ini.

Status dalam RPJMN dan Dorongan ke Renstra

Rencana elektrifikasi jalur Rangkasbitung-Merak telah tercantum dalam RPJMN 2025-2029. Namun, Pemprov Banten masih perlu mendorong agar program tersebut masuk dalam Renstra sehingga dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.

"Harapannya, dari FS ini dapat terkonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, termasuk jalur ganda dan KRL lanjutan dari Rangkasbitung, memang bisa dilaksanakan," ujarnya.

Dengan tren peningkatan jumlah penumpang KRL, pengembangan layanan kereta api dinilai semakin penting untuk menyediakan transportasi publik yang lebih cepat dan terintegrasi. Hasil studi kelayakan akan menentukan langkah lanjutan Pemprov Banten dalam mengajukan program ini ke pemerintah pusat.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top