PANDEGLANG — Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang Andrian Wisduwan menyatakan pihaknya telah menerima laporan soal badan jalan yang longsor hingga memutus akses warga Bojong. Laporan itu ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi.
"Laporannya kemarin dan hari ini langsung ditindaklanjuti dengan turun ke lokasi jalan longsor. Kita usahakan secepatnya dilakukan penanganan karena memang akses utama," kata Andrian, Senin, 5 Oktober 2026.
Camat Bojong Furkon menyebut jalan yang putus itu menghubungkan Kecamatan Bojong dengan Kecamatan Saketi. Panjang badan jalan yang hilang sekitar 50 meter.
Peristiwa terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026, subuh. Pemicunya kebocoran saluran air irigasi di sekitar badan jalan.
"Jadi, kejadian hari Minggu, subuh. Itu kayaknya air irigasi masuk ke situ, bocor lama-lama tanah badan jalan kebawa arus," ujar Furkon.
Jalan tersebut berstatus jalan kabupaten dan menjadi satu-satunya akses utama dari Desa Geredug menuju Kecamatan Bojong. Warga yang hendak ke sekolah atau kantor kecamatan kini harus memutar lebih jauh ke Desa Sodong, Kecamatan Saketi.
Belum ada keterangan soal berapa lama waktu tempuh tambahan yang harus dilalui warga. Namun pemutaran arah itu otomatis memperpanjang jarak perjalanan harian mereka.
Andrian menerangkan, estimasi biaya penanganan sudah dihitung tim teknis. Nilainya kurang lebih Rp400 juta.
"Anggaran untuk penanganan jalan longsor kurang lebih Rp400 juta-an," katanya.
Menurut Andrian, perbaikan bisa dibiayai melalui APBD Perubahan 2026. Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi soal jadwal lelang atau kapan pekerjaan fisik mulai berjalan.