Pemerintah Kota Tangerang mengerahkan 600 petugas lapangan dari lintas dinas untuk membersihkan ruang terbuka publik, ruas jalan, dan saluran air di sejumlah wilayah. Gerakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Asri yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto. Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan kebersihan kota hanya bertahan jika pemerintah dan warga bergerak bersama.
TANGERANG — Apel siaga Gerakan Nasional Indonesia Asri digelar Pemkot Tangerang sebelum ratusan petugas diterjunkan ke lapangan. Sachrudin menyebut apel tersebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan, termasuk mengatasi persoalan darurat sampah di kota itu.
“Kami tadi sudah melaksanakan apel untuk menindaklanjuti gerakan serentak nasional korve bersama-sama memastikan lingkungan sekitarnya tetap bersih. Setelah apel, kami menggerakkan petugas untuk kerja bakti bersama masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Sachrudin di Tangerang, Rabu.
Sekitar 600 petugas dari sejumlah perangkat daerah langsung bergerak usai apel. Mereka membersihkan ruang publik, ruas jalan, hingga saluran air sebagai bagian dari aksi bersama menjaga lingkungan Kota Tangerang.
“Bagaimana agar kota ini bisa kita rasakan kebersihannya, kenyamanannya. Hari ini, Pemkot Tangerang mengerahkan ratusan petugas di sejumlah wilayah Kota Tangerang. Tetapi hasil terbaik hanya akan tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama,” kata Sachrudin.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Yudi Pradana menyatakan ratusan personel itu menyasar lokasi yang menjadi ruang aktivitas masyarakat.
“Target kita yang pertama hari ini melakukan, seperti yang disampaikan Pak Wali, mengajak masyarakat untuk membersihkan area-area ruang terbuka publik, jalan, saluran. Dengan ini, semoga menjadi pemantik masyarakat ikut membersihkan dan menjaga lingkungan masing-masing,” ujar Yudi.
Sachrudin menilai kebersihan kota tidak akan bertahan jika hanya mengandalkan petugas. Warga didorong mengambil peran sejak dari hal paling sederhana, yakni mengelola sampah dari sumbernya, memilah sampah di rumah, serta tidak membuangnya sembarangan.
Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik tidak selalu berakhir sebagai persoalan. Pemilahan dan pengelolaan yang tepat membuat sampah punya nilai ekonomi sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
“Enggak boleh ada TPS liar di kota ini. Jangan biarkan ada tempat yang menjadi lokasi buang sampah sembarangan. Kalau perlu, reward and punishment, tindak tegas! Mari mulai memilah sampah dari rumah, karena sampah bisa bernilai ekonomis. Lingkungan bersih, hidup pun lebih sehat dan nyaman,” katanya.
Sachrudin menegaskan penertiban tidak hanya ditujukan kepada masyarakat. Setiap pihak yang mencemari lingkungan, termasuk petugas apabila melakukan pelanggaran, harus mendapat perlakuan dan penegakan aturan yang sama.
“Setiap pihak yang mencemari lingkungan, termasuk petugas apabila melakukan pelanggaran, harus mendapat perlakuan dan penegakan aturan yang sama,” ujarnya.
Yudi berharap aksi tersebut tidak berhenti setelah petugas meninggalkan lokasi. Gerakan ini diharapkan menjadi awal kebiasaan baru di masyarakat, antara lain menjaga lingkungan sebelum kotor, memilah sebelum membuang, dan peduli sebelum persoalan menjadi lebih besar.
“Jangan sampai setelah dibersihkan, besok kotor lagi. Bukan hanya membersihkan, tapi kita juga harus bersama-sama menjaganya,” ujar Yudi.