Mahasiswa Desak Bertemu Bupati Serang di HUT ke-500, Aksi Saling Dorong Terjadi di Depan Pendopo

Penulis: Luqman Arif  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 12:01:31 WIB
Massa mahasiswa berunjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Kamis (9/10/2026).

SERANG — Massa mahasiswa menuntut pertemuan langsung dengan Bupati Serang Ratu Zakiyah di sela peringatan HUT ke-500 Kabupaten Serang. Petugas kepolisian yang berjaga di depan pendopo menghalangi upaya mahasiswa masuk ke area tersebut, memicu aksi saling dorong.

Demonstrasi berlangsung Kamis pagi (9/10/2026) di depan Pendopo Bupati Serang, Banten. Mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi yang mereka nilai belum ditangani pemerintah daerah.

Tiga Persoalan yang Disoroti Mahasiswa

Dalam aksinya, mahasiswa mengangkat sejumlah persoalan masyarakat Kabupaten Serang. Mereka menilai operasional truk tambang membahayakan keselamatan warga di sejumlah ruas jalan.

Selain itu, mahasiswa menyoroti minimnya penerangan jalan umum dan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Serang. Persoalan-persoalan tersebut mereka bawa ke depan pendopo untuk meminta perhatian langsung bupati.

Hingga Pukul 11.00 WIB, Bupati Belum Menemui Massa

Mahasiswa mengaku hingga pukul 11.00 WIB belum menemui bupati. Mereka memaksa masuk ke area pendopo untuk bertemu langsung dengan Ratu Zakiyah dan menyampaikan aspirasi.

Petugas kepolisian yang berjaga menghalangi upaya tersebut. Aksi saling dorong pun terjadi antara mahasiswa dan petugas di depan pendopo.

HUT ke-500 Diharapkan Jadi Bahan Evaluasi

Momentum HUT ke-500 Kabupaten Serang diharapkan mahasiswa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Mereka mendesak agar tuntutan masyarakat ditindaklanjuti.

Mahasiswa menilai evaluasi itu sejalan dengan tagline Kabupaten Serang Bahagia. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Serang maupun kepolisian terkait aksi tersebut.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: kompas.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top