Krisis Air Bersih 3 Bulan di Kunciran Jaya Berakhir, SAIH Foundation Bor Sumur untuk 5 RT Terdampak

Penulis: Luqman Arif  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:01:01 WIB
Warga RT 03 RW 02 Kunciran Jaya memanfaatkan sumur bor bantuan SAIH Foundation untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

TANGERANG — Bantuan sumur bor dari aktivis lingkungan Saba Alam Indonesia Hijau (SAIH) Foundation dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga RT 03 RW 02 Kunciran Jaya. Sumur tersebut dibangun setelah warga setempat menggali sumur pompa hingga tiga kali tanpa hasil.

Ketua RT 03 RW 02 Kunciran Jaya, Risin, menyebut keluhan kekeringan mulai muncul sekitar tiga bulan lalu. Warga awalnya menduga mesin pompa air mereka rusak.

"Warga sempat menduga mesin pompa air mengalami kerusakan. Dari situ saya coba cari kabar lewat grup WA warga siapa aja warga yang kekeringan," ujar Risin, Minggu, 11 Oktober 2026.

Kekeringan Meluas ke Cipete dan Gang Bebek

Penelusuran lewat grup percakapan warga mengungkap kekeringan tidak hanya terjadi di satu RT. Sejumlah wilayah ikut terdampak, yakni RT 02 dan RT 03 di RW 02 serta RT 04 dan RT 05 di RW 03 Kunciran Jaya.

Menurut Risin, kekeringan mulai merembet ke Cipete yang berbatasan dengan Kunciran Jaya. Pengurus RT di Gang Katuk, Cipete, bahkan meminta bantuan kiriman air bersih.

"Nah sekarang melebar ke Cipete gang Katuk perbatasan dengan Kunciran Jaya, kemaren RTnya minta bantuan ke Kita untuk bantuan kiriman air bersih, bahkan gang bebek Cipete juga sudah mulai terdampak kekeringan," ucap Risin.

Sumur Bor Jadi Solusi Setelah Warga Kesulitan Cari Toren

Founder SAIH Foundation, Pahrul Roji, mengatakan pembuatan sumber air bersih baru dilakukan setelah pihaknya berkomunikasi dengan warga dan ketua RT setempat. Pria yang akrab disapa Arul itu menyebut sumur bor sebagai solusi atas krisis yang berlangsung berbulan-bulan.

"Setelah Kita Komunikasi dengan warga dan Ketua RT Kita bantu buat sumber air bersih baru, ini sebagai solusi," ujar Arul.

Arul menilai krisis air bersih akibat kemarau panjang semestinya bisa diantisipasi lebih awal oleh pemerintah daerah. Ia menyoroti kondisi warga yang kebingungan mencari toren penampungan air, lalu tetap kesulitan mendapatkan sumber airnya.

"Dampak El Nino kan sudah bisa diprediksi, dengan adanya gejala ini kenapa tidak segera diantisipasi, warga sampai kebingungan mencari toren untuk penampungan air, setelah toren dapet mereka kebingungan mendapat sumber air," ungkap Arul.

Warga Berharap Pemkot Tangerang Bergerak Cepat

Kehadiran sumber air bersih baru menjadi harapan warga Kunciran Jaya untuk mengakhiri kesulitan yang berlangsung tiga bulan. Arul berharap langkah penyediaan air bersih mendapat perhatian pemerintah daerah agar penanganan wilayah lain bisa dipercepat.

"Semoga langkah cepat dan aksi nyata Pemerintah Kota Tangerang dalam penanganan bencana Kekeringan di masyarakat bisa segera dilakukan," tandas Arul.

Krisis air di Kunciran Jaya menunjukkan kawasan permukiman yang bergantung pada sumur pompa tetap rentan saat kemarau panjang. Penanganan berkelanjutan dibutuhkan agar warga tidak kembali menghadapi persoalan serupa pada musim kemarau berikutnya.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: bingkaikota.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top