Basarnas Banten Evakuasi Pekerja Tertimbun Longsor Saat Gali Sumur 15 Meter di Lebak

Penulis: Nurul Huda  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 10:52:32 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi pekerja yang tertimbun longsor saat menggali sumur di Lebak.

Basarnas Banten mengevakuasi Deni, warga Desa Cipendeuy, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, yang tertimbun material tanah longsor saat menggali sumur sedalam 15 meter. Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Minggu, ketika dinding sumur tiba-tiba runtuh menimpa korban. Hingga upaya penyelamatan berlangsung, korban belum berhasil dievakuasi dan tim SAR gabungan masih bekerja di lokasi.

LEBAK — Tim Rescue USS Lebak dikerahkan ke lokasi kejadian setelah Basarnas Banten menerima laporan runtuhnya dinding sumur. Kepala Basarnas Banten Al Amrad menyatakan pihaknya bergerak cepat dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Penggalian sumur dilakukan korban seorang diri di kedalaman sekitar 15 meter. Material tanah dari dinding sumur runtuh tanpa peringatan dan langsung menimbun tubuh Deni di dasar lubang.

Kronologi Runtuhnya Dinding Sumur

Peristiwa berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu korban sedang bekerja di dalam sumur yang tengah digali.

Tanah di dinding sumur tiba-tiba longsor dan menimbun korban. Laporan masuk ke Basarnas Banten, yang kemudian mengerahkan personel menuju Desa Cipendeuy, Kecamatan Malimping.

"Kami bergerak cepat untuk melakukan evakuasi setelah menerima laporan dengan mengerahkan tim Rescue USS Lebak menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan," kata Al Amrad.

Keselamatan Personel Jadi Prioritas Operasi SAR

Al Amrad menegaskan prioritas evakuasi adalah keselamatan seluruh personel yang terlibat. Operasi dijalankan mengikuti prosedur yang berlaku.

Hingga operasi berlangsung, korban masih belum berhasil dievakuasi. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya penanganan di lokasi.

"Operasi SAR terus dilaksanakan sesuai prosedur dengan mengedepankan keselamatan personel serta upaya maksimal untuk mengevakuasi korban," ujar Al Amrad.

Risiko Tinggi Penggalian Sumur di Tanah Tidak Stabil

Al Amrad mengimbau masyarakat mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pekerjaan. Penggalian sumur dinilai berisiko tinggi karena kondisi tanah yang tidak stabil dan potensi runtuhnya dinding sumur.

Kondisi serupa pernah terjadi di sejumlah wilayah Banten dengan karakter tanah lempung dan pasir yang mudah bergeser. Penggalian tanpa pengamanan dinding memperbesar peluang longsor menimpa pekerja.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top