BANTEN — Desa Wisata Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kembali bangkit setelah kebakaran yang melumpuhkan aktivitas pariwisata adatnya. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk meresmikan program "Satu Benang untuk Sade" untuk membangun ulang empat rumah adat, gapura desa, balai pertemuan, dan pusat ibadah. Program ini menyasar pemulihan mata pencaharian penenun, pelaku UMKM, dan pengelola homestay setempat.
Desa Sade merupakan permukiman adat Suku Sasak yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Lombok. Kawasan ini dikenal lewat rumah-rumah tradisional berbahan bambu dan atap alang-alang, serta tradisi menenun yang diwariskan turun-temurun. Kebakaran yang terjadi sebelumnya sempat menghentikan denyut aktivitas warga yang menggantungkan hidup dari kunjungan wisatawan.
Program "Satu Benang untuk Sade" mencakup pembangunan kembali sejumlah fasilitas yang dinilai vital bagi warga. Empat unit rumah adat, gapura desa, balai pertemuan, dan pusat ibadah menjadi prioritas utama pemulihan.
Langkah ini diambil agar aktivitas sosial dan ekonomi warga bisa kembali berjalan normal. Pembangunan fisik tersebut juga dirancang untuk menopang kembali operasional para pengrajin tenun yang menjadi ikon desa ini.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa pemulihan Desa Sade tidak berhenti pada renovasi bangunan fisik semata. Menurutnya, keberlanjutan ekonomi warga menjadi target utama dari program ini.
"Membangkitkan Desa Sade bukan sekadar merenovasi bangunan, menghidupkan kembali rantai ekonomi warga, pariwisata halal yang beretika harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat," ujar Anggoro, dikutip laman BSI, Senin (12/10/2026).
Anggoro menambahkan bahwa ketika wisatawan berkunjung, rezeki harus mengalir langsung kepada para penenun, pedagang, dan pelaku UMKM lokal, sekaligus menjaga kelestarian budaya Sasak.
Pelaksanaan program ini dilakukan melalui sinergi bersama Danantara Indonesia. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan pariwisata halal dapat memberikan keberlanjutan ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga lokal.
Pendekatan ini sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem travel halal nasional yang tengah digenjot BSI. Desa Sade diposisikan sebagai contoh bagaimana wisata berbasis komunitas bisa berjalan berdampingan dengan prinsip syariah.
BSI melalui BSI Maslahat membuka ruang partisipasi bagi publik luas untuk ikut mendonasikan dana dalam program "Satu Benang untuk Sade". Donasi dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi BYOND by BSI.
Partisipasi publik ini diharapkan mempercepat pemulihan Desa Sade dan memperluas jangkauan kebermanfaatan program. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, informasi terkini soal jam operasional dan akses ke Desa Sade dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.
Pemulihan Desa Sade menunjukkan bagaimana sektor pariwisata dan lembaga keuangan bisa berjalan seiring. Kunjungan ke desa adat ini bukan sekadar melihat arsitektur tradisional, tapi juga ikut menjaga denyut ekonomi warga Sasak yang bergantung pada tenun dan keramahan tamu.