TANGSEL — Pertemuan bisnis antara Pemkot Tangerang Selatan dan delegasi Kamerun berlangsung sebagai langkah awal membangun hubungan dagang antarkedua pihak. Melalui agenda business matching, delegasi Kamerun mendapat kesempatan mengenal potensi usaha di Tangsel sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama yang bisa ditindaklanjuti. Pemerintah kota menilai forum tersebut menjadi fondasi bagi penyusunan langkah lanjutan yang lebih konkret.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, menyebut peluang kerja sama terbuka di sejumlah sektor, termasuk pertanian, peternakan, teknologi, dan perdagangan produk. Sedikitnya empat letter of intent telah dijajaki, ditambah dokumen kerja sama yang melibatkan Pemkot Tangsel dan empat pemerintah kota di Kamerun.
LoI yang dibahas tidak hanya menyangkut hubungan dagang langsung, tetapi juga skema kemitraan antarpemerintah daerah. Agung menilai format itu memperluas hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha di kedua negara.
"Harapannya penjajakan tersebut dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret, termasuk kesepakatan bisnis antarpengusaha dan perluasan pasar bagi produk Indonesia," ujarnya.
Menurut Agung, ketertarikan delegasi Kamerun sejalan dengan prioritas negara tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui pengembangan teknologi dan sektor pertanian. Kondisi itu dinilai membuka ruang bagi Indonesia untuk menjajaki kerja sama yang sesuai kebutuhan kedua pihak.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menempatkan pertemuan itu sebagai langkah awal, bukan penandatanganan kerja sama yang mengikat. Ia berharap interaksi antara pemerintah dan pengusaha kedua pihak menghasilkan kesepakatan bisnis serta membuka akses pasar baru bagi produk unggulan daerah.
Benyamin menilai pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, memiliki kesempatan memasuki pasar yang lebih luas. Namun peluang tersebut perlu diimbangi kesiapan usaha, kualitas produk, serta kelengkapan perizinan agar memenuhi persyaratan pasar internasional.
Konsul Kehormatan Indonesia di Kamerun, Dr. Raoul Ruben Njonou, menyebut Tangsel menjadi salah satu tujuan kunjungan karena perkembangan wilayahnya yang pesat dan potensi industri yang beragam. Ia mengapresiasi kualitas produk yang diperkenalkan, terutama dari sisi penyelesaian akhir atau finishing.
Raoul berharap pertemuan langsung antara pengusaha Kamerun dan pelaku usaha Tangsel membuka peluang pemasaran produk, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan teknologi antara kedua pihak.
Tindak lanjut terhadap LoI dan dokumen kerja sama menjadi aspek penting untuk mendorong realisasi hubungan perdagangan kedua pihak. Pembahasan yang telah dilakukan diharapkan berlanjut ke tahap implementasi, baik melalui kesepakatan antarpemerintah maupun transaksi langsung antara pengusaha.