SERANG — Kepolisian belum merinci berapa banyak suporter yang mengalami luka-luka maupun penyebab mereka terluka dalam pertandingan yang digelar di Banten International Stadium. Informasi mengenai korban masih dalam pendalaman kepolisian.
Kombes Pol Yudha Satria menegaskan bahwa penanganan medis menjadi prioritas utama dibanding pendataan jumlah korban. Ia menyebut para suporter yang terluka dibawa ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum proses lain dilakukan.
"Prioritas utama saat ini adalah memastikan para korban mendapatkan penanganan medis dengan membawa mereka ke rumah sakit terlebih dahulu," kata Yudha.
Di tengah situasi tersebut, Polda Banten melakukan pengaturan pemulangan suporter Persija dan Persita secara bertahap untuk mengantisipasi potensi gesekan antarsuporter setelah pertandingan. Semula, kepolisian merencanakan pemulangan suporter Persita lebih dahulu.
Rencana itu berubah setelah suporter Persija meminta keluar stadion lebih dahulu. Kepolisian akhirnya memutuskan mengeluarkan suporter Persija lebih dulu, kemudian dilanjutkan dengan suporter Persita.
"Karena adanya permintaan dari suporter Persija yang ingin keluar terlebih dahulu, kepolisian memutuskan untuk mengeluarkan suporter Persija lebih dulu, kemudian dilanjutkan dengan suporter Persita," kata Yudha.
Polisi juga mengawal rombongan suporter Persija hingga pintu tol. Berdasarkan pemantauan petugas, terdapat sekitar 30 bus yang mengangkut suporter tim tersebut.
Pengawalan dilakukan untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman dan tidak memicu benturan antar kelompok suporter di jalan. Petugas kepolisian mengawal rombongan hingga keluar dari kawasan stadion.
Yudha mengimbau kedua kelompok suporter agar tetap menjaga ketertiban dan mengedepankan sportivitas. Ia mengingatkan agar fanatisme terhadap klub tidak berujung pada perkelahian yang mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat.
"Jangan sampai sepak bola yang seharusnya menjadi ajang sportivitas dan hiburan justru menjadi ajang perkelahian yang mengganggu situasi keamanan dan aktivitas masyarakat lainnya," tuturnya.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab luka yang dialami sejumlah suporter. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun kondisi terkini para suporter yang menjalani perawatan.