PANDEGLANG — Almarhum merupakan putra dari KH. Jupri dan lahir pada 1976 di Saketi Pasir, Kecamatan Saketi. Sepanjang hidupnya, Ustaz Maman mendedikasikan diri pada pendidikan agama Islam melalui pondok pesantren yang dipimpinnya.
Kabar kepergiannya menyebar di lingkungan pesantren dan masyarakat setempat. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai waktu dan tempat pemakaman.
Sebagai pimpinan pondok pesantren, Ustaz Maman berperan membimbing para santri, menanamkan nilai keimanan, dan membentuk akhlak. Ilmu agama diajarkan bukan hanya sebagai hafalan, tetapi sebagai pegangan hidup sehari-hari.
Peran itu dijalankan konsisten selama mengabdi di dunia pendidikan Islam. Melalui kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan, almarhum turut menyiapkan generasi penerus yang berpengetahuan agama dan berakhlak mulia.
Bagi lingkungan pesantren, kehadiran seorang ulama bukan sekadar pengajar. Ia juga pembimbing moral dan teladan bagi generasi muda — posisi yang dipegang Ustaz Maman hingga akhir hayatnya.
Kepergian Ustaz Maman menjadi kehilangan bagi lingkungan pesantren dan masyarakat Saketi. Keluarga besar pondok, para santri, dan alumni menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya sosok yang mereka kenal dekat.
Doa dipanjatkan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan kekhilafan, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberi kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan.
Ilmu dan nilai kebaikan yang diajarkan Ustaz Maman diharapkan terus hidup melalui para santri dan alumni. Pengabdian seorang ulama tidak berhenti ketika dirinya berpulang — ia melanjutkan lewat generasi yang dibimbingnya.