TANGERANG — Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tangerang, Kosasih, menilai keikutsertaan UMKM dalam bazar, pameran, atau acara tahunan Pemkot bukan sekadar ajang jualan. Menurutnya, momen itu menjadi etalase promosi yang efektif bagi produk lokal untuk menjangkau pasar lebih luas.
"Melalui kegiatan yang digelar Pemkot Tangerang, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan kesempatan meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperluas jangkauan promosi produknya kepada masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan," ujar Kosasih di Tangerang, Selasa.
Modal Usaha Tak Cukup, Pembinaan Jadi Kunci
Kosasih menekankan, keberhasilan UMKM tidak cukup hanya dengan mendapatkan lapak di sebuah event. Ia menyebut diperlukan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan agar produk yang dihasilkan mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun regional.
Pembinaan itu, lanjut dia, harus mencakup seluruh rantai nilai—mulai dari peningkatan kualitas produk, desain kemasan, strategi pemasaran, hingga literasi digital. "Dengan demikian, produk UMKM tidak hanya laku saat mengikuti kegiatan promosi, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan," tegasnya.
Produk Terbaik Butuh Kurasi dan Ruang Promosi Lebih Besar
Selain pembinaan, Kosasih mendorong adanya proses kurasi terhadap produk-produk unggulan UMKM. Menurutnya, produk yang terbukti berkualitas dan diminati masyarakat perlu dipromosikan lebih luas sebagai representasi produk unggulan Kota Tangerang.
"Kurasi sangat penting agar produk-produk terbaik mendapatkan ruang promosi yang lebih besar. Dengan begitu, UMKM yang memiliki potensi dapat berkembang lebih cepat dan mampu menembus pasar yang lebih luas," katanya.
Disperindagkop: Ribuan UMKM Sudah Dibina, Target Naik Kelas
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kota Tangerang, Suli Rosadi, mengklaim pihaknya telah membina ribuan pelaku UMKM. Program yang dijalankan mencakup pelatihan peningkatan kualitas produk, pendampingan legalitas usaha dan sertifikasi, penguatan kemasan, hingga fasilitasi pemasaran lewat pameran dan platform digital.
Suli menambahkan, proses pembinaan juga dibarengi dengan kurasi produk. Hal ini bertujuan agar UMKM dengan kualitas terbaik bisa diikutsertakan dalam kegiatan promosi berskala lebih besar dan memperoleh akses pasar yang lebih luas.
"Disperindagkop akan terus memperluas program pendampingan agar semakin banyak pelaku UMKM yang mampu naik kelas, memiliki daya saing tinggi, dan mampu menembus pasar regional maupun nasional," pungkasnya.