Pencarian

6 Bandara di Indonesia Kembali Layani Penerbangan, 3 Masih Tutup akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Selasa, 08 September 2026 • 14:31:01 WIB
6 Bandara di Indonesia Kembali Layani Penerbangan, 3 Masih Tutup akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Petugas memantau pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (8/9/2026), setelah bandara kembali beroperasi.

TANGERANG — Aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia mulai menggeliat lagi setelah enam bandara dinyatakan aman dari dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembukaan kembali operasional ini berlaku efektif sejak dini hari tadi menyusul evaluasi keselamatan yang dilakukan AirNav Indonesia.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, serta Husein Sastranegara di Bandung menjadi tiga dari enam bandara yang sudah kembali melayani pergerakan pesawat. Kondisi ini membawa angin segar bagi ribuan penumpang yang sempat tertahan sejak bandara ditutup.

Sebaliknya, tiga bandara lain masih belum bisa beroperasi penuh. Bandara Radin Inten II di Lampung, Muhammad Taufiq Kiemas di Jambi, dan Salakanagara Tanjung Lesung di Pandeglang masih berstatus tertutup hingga estimasi pukul 10.00 WIB.

Awan Abu Masih Terdeteksi di Ruang Udara

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menyebut keputusan membuka kembali bandara tidak diambil tanpa kajian matang. Pihaknya melakukan pemantauan visual dan uji laboratorium secara berkala sebelum menetapkan status operasional.

“Kami terus berkoordinasi dengan regulator dan stakeholder penerbangan untuk memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” jelas Hermana, Selasa (8/9/2026).

Meski enam bandara sudah beroperasi, Hermana mengingatkan risiko belum sepenuhnya hilang. NOTAM terbaru yang diterbitkan menyebut awan abu vulkanik masih persisten di dalam Flight Information Region (FIR) Indonesia.

“NOTAM terbaru mengingatkan bahwa awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih persisten di dalam FIR, sehingga pilot diminta berhati-hati selama proses kedatangan dan keberangkatan,” ungkapnya.

Paper Test Jadi Acuan Utama Penentu Status Bandara

Selain mengandalkan pantauan visual, AirNav Indonesia menjalankan prosedur paper test volcanic ash di sejumlah bandara terdampak. Metode ini dilakukan untuk mengukur konsentrasi partikel abu yang beterbangan di sekitar area bandara.

Hasil pengujian tersebut menjadi salah satu indikator kunci yang menentukan apakah suatu bandara bisa beroperasi atau masih harus ditutup. Makin tinggi kandungan abu di udara, makin besar risiko gangguan pada mesin pesawat.

Penumpang Mulai Bergerak, Warga Dua Provinsi Masih Menunggu

Dengan beroperasinya kembali enam bandara, arus penumpang yang sempat tertahan kini perlahan mengalir. Maskapai pun mulai menyusun ulang jadwal penerbangan yang sempat dibatalkan.

Namun, calon penumpang di Lampung dan Pandeglang masih harus bersabar. Masyarakat di dua wilayah itu diminta memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tangerangonline.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks