Pencarian

Menpar Tawarkan Investasi Marina dan Wisata Bahari RI di Forum Monako

Rabu, 23 September 2026 • 12:06:31 WIB
Menpar Tawarkan Investasi Marina dan Wisata Bahari RI di Forum Monako
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan peluang investasi marina dan wisata bahari Indonesia di forum The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous, Monako.

BANTEN — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menawarkan peluang investasi marina dan wisata bahari Indonesia kepada investor global di forum The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous, Monako, 20-21 September 2026. Indonesia saat ini baru memiliki 10 marina dengan 336 tempat berlabuh, jauh di bawah Singapura yang punya lebih dari 1.200 berths. Kesenjangan kapasitas itu disebut membuka ruang investasi pembangunan marina di destinasi strategis.

Dalam forum yang digelar di Monako, Widiyanti menyebut Indonesia tidak sekadar menjual marina, melainkan ekosistem wisata bahari yang utuh. Ia menekankan keterlibatan UMKM, operator wisata, transportasi, hospitality, dan masyarakat lokal sebagai bagian dari rantai nilai yang ditawarkan ke investor.

"Yang ingin kita bangun bukan sekadar marina, tetapi ekosistem wisata bahari yang berkualitas dan berkelanjutan, dengan melibatkan UMKM, operator wisata, transportasi, hospitality, serta masyarakat lokal," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Modal Geografis dari Sabang sampai Raja Ampat

Posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menjadi modal utama yang dipaparkan Widiyanti di hadapan pelaku industri marina global. Kekayaan geografis dan keanekaragaman hayati lautnya disebut sebagai fondasi untuk mengembangkan wisata bahari berkelas dunia.

Pengalaman berlayar di Indonesia, menurut Widiyanti, punya karakter berbeda di tiap kawasan. Di bagian barat, wisatawan bisa menjelajah Kepulauan Riau, Belitung, Ujung Kulon, dan Kepulauan Seribu. Rute berlanjut ke Bali, Lombok-Gili Tramena, hingga Labuan Bajo.

Kawasan timur menawarkan daya tarik lain. Wilayah ini berada di episentrum Coral Triangle, pusat biodiversitas laut dunia, dengan destinasi seperti Wakatobi, Ambon dan Banda, Morotai, serta Raja Ampat.

Pasar Wisatawan dan Yacht yang Tumbuh

Data yang dipaparkan Kementerian Pariwisata menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 15,4 juta pada 2025. Rata-rata pertumbuhan periode 2023-2025 tercatat 14,8 persen per tahun.

Badan Pusat Statistik mencatat 52,6 persen wisatawan mancanegara atau lebih dari separuh melakukan aktivitas wisata bahari selama berada di Indonesia. Angka itu memperlihatkan besarnya permintaan produk dan layanan berbasis kelautan.

Pasar yacht Indonesia juga diproyeksikan berkembang dari 261,9 juta dolar AS pada 2025 menjadi 449,1 juta dolar AS pada 2033. Pertumbuhannya setara compound annual growth rate sekitar 7 persen.

"Pasarnya pun terus berkembang. Indonesia telah mencatat 127 kedatangan superyacht pada periode 2025-2026, tertinggi kedua di Asia Pasifik setelah Australia," ujar Widiyanti.

Kesenjangan Infrastruktur yang Jadi Peluang

Indonesia masih menghadapi kendala infrastruktur pendukung wisata bahari. Saat ini ada 29 pelabuhan masuk dan keluar yacht yang ditetapkan di berbagai wilayah kepulauan, dengan 19 di antaranya sudah memiliki skema masuk jalur kepabeanan atau duty-free.

Kapasitas marina nasional tergolong terbatas dibanding potensi pasar. Indonesia memiliki 10 marina dengan total 336 berths, sementara Singapura yang wilayahnya jauh lebih kecil punya lebih dari 1.200 berths. Malaysia dan Thailand masing-masing mencatat lebih dari 1.400 berths.

Kesenjangan itu membuka ruang investasi baru, terutama pembangunan marina, penambahan kapasitas berlabuh, dan pengembangan layanan pendukung industri yacht.

Peluang semakin terbuka karena fasilitas marina dan pelabuhan yacht masih banyak terkonsentrasi di wilayah barat dan tengah Indonesia. Padahal sejumlah destinasi diving dan snorkeling unggulan justru berada di kawasan timur.

Pengembangan marina berstandar internasional di destinasi strategis dinilai penting untuk memperluas konektivitas wisata bahari, meningkatkan kapasitas berlabuh, memperkuat layanan yacht, sekaligus membuka investasi baru di daerah.

Bagi traveler yang menanti kemudahan berlayar di perairan Indonesia, realisasi investasi marina di kawasan timur akan menentukan seberapa cepat destinasi seperti Raja Ampat atau Wakatobi bisa diakses lewat jalur yacht dan kapal pesiar. Informasi terkini soal rencana pembangunan marina dapat dikonfirmasi ke Kementerian Pariwisata atau dinas pariwisata daerah setempat.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks