Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menargetkan penyebaran 900 ribu ekor benih ikan Lele Sangkuriang dan Nila Nirwana sepanjang 2026 untuk mendorong swasembada ikan tawar sekaligus memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Benih itu disebar di kolam Balai Benih Ikan UPTD Perikanan Budidaya Air Tawar dan Payau Cipanas, UPTD Kalanganyar, serta UPTD Cikoncang. Selama ini pasokan ikan tawar untuk warga Lebak dan program MBG masih didatangkan dari sejumlah daerah di Jawa Barat.
LEBAK — Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana menyatakan pihaknya bekerja keras agar kebutuhan ikan untuk program MBG bisa dipasok dari pembudidaya lokal, bukan dari luar daerah. Target 900 ribu ekor benih itu menyasar dua komoditas unggulan, yakni Lele Sangkuriang dan Nila Nirwana.
Selain penyebaran benih, Dinas Perikanan Lebak menjalankan penyuluhan dan pembinaan kepada 644 kelompok pembudidaya ikan tawar. Program itu menyasar peningkatan perilaku, sikap, dan keterampilan (PSK) anggota kelompok.
Pakan Tak Layak dan Benih Non-Unggul Jadi Persoalan
Pembinaan menyasar dua persoalan mendasar di kalangan pembudidaya. Masih ada kelompok yang memberi pakan ikan dari kotoran manusia dan ayam mati, serta membesarkan ikan tanpa benih unggul.
"Kami berharap tahun 2027 Lebak bisa menjadi daerah swasembada ikan darat dengan mengoptimalkan benih ikan dan pembinaan serta penyuluhan itu," kata Winda.
Produksi 2025 Capai 4.089,15 Ton, Perputaran Uang Rp 141 Miliar
Produksi ikan tawar Kabupaten Lebak sepanjang 2025 mencapai 4.089,15 ton. Komoditasnya meliputi lele, nila, emas, gurame, patin, udang paname, dan bawal, dengan perputaran uang Rp 141 miliar.
Dinas Perikanan memproyeksikan produksi tahun 2026 meningkat seiring tambahan 900 ribu ekor benih lele dan nila. Winda meyakini Lebak mampu mewujudkan swasembada ikan tawar sekaligus mengangkat pendapatan ekonomi masyarakat.
Pembudidaya Cibadak Pasok 20 Ton Lele per Pekan
Agus, pembudidaya ikan tawar warga Kecamatan Cibadak, mengaku memasok ikan lele untuk pedagang pecel lele di Lebak dan Serang sebanyak 20 ton per pekan. Pasokan itu, menurut dia, bisa terpenuhi karena adanya pembenihan dari pemerintah daerah.
"Kami bisa memenuhi kebutuhan konsumen itu, karena adanya pembenihan ikan dari pemerintah daerah itu," kata Agus.