BANTEN — Gelandang Persija Jakarta asal Brasil, Fabio Calonego, mengaku menerima tawaran naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia. Meski terbuka memperkuat Timnas Indonesia, ia harus menunggu hingga pertengahan 2030 untuk memenuhi syarat domisili.
Fabio mengungkapkan hal tersebut dalam wawancaranya dengan Flashscore Brasil. Pemain berusia 29 tahun itu menyebut tawaran naturalisasi sudah diajukan kepadanya, tetapi kepindahan kewarganegaraan bukan prioritas utamanya saat ini.
Sejak bergabung pada Juli 2025, Fabio baru tinggal di Indonesia selama setahun lebih. Aturan yang berlaku di Indonesia mengharuskannya bermain di liga domestik selama beberapa tahun tanpa pindah negara sebelum proses naturalisasi bisa berjalan.
Harus Tunggu hingga Pertengahan 2030
Dengan masa tinggal yang baru berjalan setahun, Fabio baru bisa dinaturalisasi pada pertengahan 2030. Jika tetap berkarier di Indonesia dan menunggu proses tersebut, ia baru bisa memperkuat Timnas Indonesia pada usia 33 tahun.
"Saya harus bermain empat tahun lagi di liga ini tanpa pindah ke negara lain. Itu bukan prioritas saya sekarang, tetapi jika memungkinkan, mengapa tidak?" tutur Fabio.
Ia juga menyebut kemungkinan membela Timnas Indonesia sebagai sesuatu yang masih terbuka. "Saya akan berusia 32 tahun. Siapa tahu saya bisa bermain untuk Timnas Indonesia," imbuhnya.
Pilar Penting Persija Musim Lalu
Fabio langsung menjadi andalan Persija sejak kedatangannya. Alumni Serie C Brasil itu dikenal sebagai gelandang bertipe pekerja keras dengan energi yang tak ada habisnya.
Pada musim lalu, ia mencatatkan 30 penampilan untuk Persija dengan statistik satu kartu merah, empat kartu kuning, tiga gol, dan tujuh assist.
- 30 penampilan
- 3 gol
- 7 assist
- 1 kartu merah
- 4 kartu kuning
Satu-satunya Pemain Asing yang Dipertahankan
Fabio menjadi satu-satunya pemain asing yang dipertahankan Persija pada musim ini. Tim ibu kota melakukan cuci gudang terhadap legiun impor, termasuk sejumlah pemain asal Brasil.
Di BRI Super League 2026/2027, Fabio selalu tampil sebagai starter. Ia dua kali bermain penuh dan dua kali diganti di akhir babak kedua.