BANTEN — Kontingen Indonesia mengoleksi 10 medali pada hari pertama Asian Para Games 2026, dengan satu emas disumbangkan perenang Maulana Rifky Yavianda. Perolehan Merah Putih per pukul 19.44 WIB terdiri dari satu emas, satu perak, dan delapan perunggu.
Maulana Rifky Yavianda membuka keran emas Indonesia di nomor gaya bebas 100 meter putra klasifikasi S12. Perenang asal Kabupaten Magetan itu finis dengan waktu 55,34 detik di kolam Asian Para Games 2026.
Catatan waktu tersebut lebih cepat 0,19 detik dibandingkan capaiannya saat meraih emas pada Asian Para Games 2022. Status juara bertahan pun berhasil dipertahankan.
Rifky Ungguli Perenang Uzbekistan 0,10 Detik
Persaingan di lintasan berlangsung ketat. Dmitriy Khorlin dari Uzbekistan menempel ketat dan finis di posisi kedua dengan 55,44 detik, hanya terpaut 0,10 detik dari Rifky.
Perenang Jepang, Genki Saito, melengkapi podium dengan waktu 57,54 detik. Selisih dua detik lebih memisahkan Saito dari dua perenang terdepan.
Junaidi Sumbang Perak dari Para Judo
Medali perak Indonesia dipersembahkan Junaidi dari para judo kelas 70 kilogram putra klasifikasi J1. Ia menempati posisi kedua setelah kalah dari wakil China, Shiwen Zhu, pada partai final Senin sore.
Delapan Perunggu dari Enam Cabang Berbeda
Sebaran perunggu Indonesia cukup merata. Enam cabang menyumbang medali di hari pertama, menunjukkan kedalaman skuad di luar sektor unggulan.
- Para balap sepeda: Sufyan Saori (1.000 meter individual time trial C4-5 putra) dan Vanza Mifthahul Jannah (4.000 meter individual time trial B putri)
- Para angkat berat: Hilman (kelas 54 kilogram putra) dan Ni Nengah Widiasih (kelas 41 kilogram putri)
- Para judo: Dheny Marsyelina (kelas 60 kilogram J1 putri)
- Para tenis meja: Hamida (nomor TT8 putri)
- Para atletik: Karisma Evi Tiarani (lompat jauh T42/T44/T61-64)
- Para renang: Theradina Audria Lee (gaya bebas 100 meter S10)
Reda Manthovani Targetkan Emas Bertambah di Hari Kedua
Chef de Mission kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menilai hari pertama sebagai modal positif. Sejumlah cabang unggulan baru mulai bertanding Selasa (20/10/2026).
"Raihan ini merupakan kegembiraan bagi kita semua. Semoga besok (Selasa) kita bisa mendulang emas lebih banyak lagi, karena pertandingan di cabor-cabor yang kita unggulkan memang masih baru bermain," ujar Reda di markas kontingen Indonesia, Senin (19/10/2026).
Boccia dan bulu tangkis menjadi sektor yang diharapkan menambah pundi emas. Kedua cabang masuk daftar unggulan Indonesia dan baru bergulir pada hari kedua.
Dengan satu emas di hari pertama, Indonesia membuka jalan mempertahankan posisi papan atas klasemen medali Asian Para Games 2026. Tambahan emas dari cabang unggulan akan menentukan arah perolehan kontingen dalam beberapa hari ke depan.