SERANG — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Kabupaten Serang masih menghadapi persoalan lahan. Dari total 326 desa, hampir setengahnya belum memiliki lokasi untuk membangun koperasi yang digagas pemerintah pusat ini.
Kepala Bidang Koperasi pada Diskoumperindag Kabupaten Serang, Muhammad Rifqi, mengungkapkan bahwa 139 desa belum memiliki lahan sama sekali. Selain itu, 40 desa lainnya masih berada dalam tahap persiapan lahan dan bangunan.
Sementara itu, 69 Kopdes lainnya sedang dalam proses pembangunan fisik. Dengan capaian tersebut, koperasi yang rampung total baru mencakup sekitar 24 persen dari seluruh desa di Kabupaten Serang.
"Yang sudah terbangun untuk saat ini sudah 78 KDM-P yang sudah 100 persen, yang masih proses pembangunan itu 69," kata Rifqi kepada wartawan, Senin (24/8/2026).
Untuk mengatasi keterbatasan lahan, Diskoumperindag membuka peluang pemanfaatan aset yang tidak terpakai. Pasar yang sudah lama terbengkalai disebut bisa dijadikan lokasi pembangunan Kopdes.
Rifqi menegaskan, lahan yang dipakai bisa berasal dari milik desa, pemerintah daerah, maupun negara. Namun, pemanfaatannya harus melalui mekanisme musyawarah desa terlebih dahulu agar mendapat restu warga.
"Kalau memang pasar itu terbengkalai dan memang lahannya itu milik desa maupun milik pemerintah daerah maupun milik negara selama itu bisa dimanfaatkan, enggak masalah. Diutamakannya untuk dimusdeskan dulu," jelasnya.
Ia menekankan, musyawarah desa menjadi langkah penting sebelum bangunan didirikan. Tujuannya agar keberadaan Kopdes benar-benar dibutuhkan dan digunakan masyarakat secara berkelanjutan.
"Jangan sampai nanti setelah terbangun Kopdes nanti sepi lagi," ujarnya.
Menurut Rifqi, program ini dirancang untuk jangka panjang. Ia meminta para pengurus dan pengawas koperasi tidak pesimistis meski banyak desa yang belum memiliki bangunan.
"Program ini kan berkelanjutan. Jadi, jangan pesimis dulu, kita harus optimis karena memang ini program strategis," pungkasnya.
Adapun pembangunan Kopdes tahap kedua masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Informasi sementara yang diterima Diskoumperindag, pembangunan lanjutan dijadwalkan mulai akhir Agustus 2026.
"Rencananya untuk tahap dua informasinya di bulan Agustus, akhir Agustus. Kami juga untuk saat ini masih menunggu arahan dari pusat apakah memang per akhir Agustus ini akan ada tahap pembangunan yang kedua," ungkap Rifqi.