TANGSEL — Penyakit hipertensi dan gula darah tinggi mendominasi temuan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di seluruh Provinsi Banten. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan warga yang terdeteksi mengidap kedua penyakit tersebut bisa langsung mendapatkan penanganan medis dan obat-obatan secara gratis.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan hal itu saat meninjau pelaksanaan CKG bersama Wali Kota Tangerang Selatan di Pamulang, Senin (24/8). Ia meminta Dinas Kesehatan untuk terus menggencarkan sosialisasi bahwa kedua penyakit tersebut bisa dikendalikan.
Realisasi CKG Banten Lampaui Target Nasional
Hingga akhir Agustus 2026, realisasi program CKG di Banten telah menjangkau lebih dari 6 juta jiwa. Angka itu setara 47 persen dari total penduduk, melampaui target nasional sebesar 46 persen.
Kota Tangerang Selatan sendiri tercatat sebagai daerah dengan capaian tertinggi kedua di Provinsi Banten. Capaian ini menunjukkan antusiasme warga untuk memeriksakan kesehatannya sejak dini cukup tinggi.
Obat Hipertensi dan Gula Darah Langsung Disediakan di Faskes
Andra Soni menjelaskan, Pemprov Banten telah menyiapkan suplai obat di setiap fasilitas kesehatan. Warga yang terdeteksi memiliki kendala tekanan darah atau gula darah bisa langsung memperoleh obat tanpa biaya.
"Sehingga, tadi juga disediakan obat ya, jadi kalau memang sudah terdeteksi bahwa mereka punya kendala tersebut, sudah disediakan obatnya juga, dan nanti juga mereka bisa cek kesehatannya lagi secara rutin di puskesmas atau di fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah," tuturnya.
Menggeser Pola Kuratif ke Preventif
Program CKG disebut menjadi terobosan penting dalam menggeser pola penanganan medis. Jika sebelumnya pendekatan lebih banyak bersifat kuratif, kini diarahkan pada upaya preventif dan promotif.
"Nah sekarang dengan CKG ini, ada upaya-upaya preventif atau promotifnya. Sehingga kita mempromosikan, mengkampanyekan tentang pentingnya menjaga kesehatan," pungkasnya.
Warga yang telah terdeteksi hipertensi atau gula darah tinggi diimbau untuk rutin memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Pemeriksaan berkala menjadi kunci agar kondisi kesehatan tetap terkendali dan komplikasi bisa dicegah sejak awal.